Fakta Nasional

Pemuda AMPB Keturunan Pejuang Pemberani di Pati

FAKTANASIONAL.NET - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang kini jadi perhatian nasional, bermula dari sekumpulan warga dan tokoh masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka bergerak dalam skala lokal menyuarakan persoalan-persoalan di daerah…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 27 August 2026 📖 3 menit
Pemuda AMPB Keturunan Pejuang Pemberani di Pati
Raden Kembangjoyo, pemimpin Kabupaten Pati pada abad ke-13. Foto: Dok Kabupaten Pati

FAKTANASIONAL.NET - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang kini jadi perhatian nasional, bermula dari sekumpulan warga dan tokoh masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka bergerak dalam skala lokal menyuarakan persoalan-persoalan di daerah mereka.

Cikal bakal AMPB tidak lepas dari berbagai persoalan yang membelit Pati. Salah satunya, kasus hukum yang menjerat mantan Bupati Pati, Sudewo.

Koordinator AMPB Diisukan Ditangkap Polisi

Kebijakan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diberlakukan Sudewo semasa menjabat, memantik gelombang protes warga.

Riak penolakan itu bahkan sampai mendorong munculnya wacana pemakzulan Sudewo di DPRD Pati di penghujung tahun 2025, meski usulan tersebut akhirnya kandas.

Rentetan persoalan Sudewo tidak berhenti di isu PBB. Pada 19 Januari 2026, ia diamankan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Pati.

Kini ia berstatus tahanan dan tengah menjalani proses hukum atas dugaan pemerasan, suap, serta gratifikasi terkait pengisian jabatan perangkat desa.

Nama AMPB kembali mencuat pekan lalu. Yakni, menjelang demo besar di Gedung DPR RI, Kamis, 27 Agustus 2026. Mereka akan ikut demoa tersebut. Dan, rencana itu terungkap ke publik.

Dalam aksi itu, AMPB akan menyuarakan dua tuntutan utama yaitu percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Koruptor, dan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Para Pemuda dari Pati Ditampung di Rumah Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan

Sejarah Kabupaten Pati

Kabupaten Pati berada di dekat Gunung Muria, atau sekitar lereng Muria. Pada abad ke-13 namanya Kadipaten Paranggarudo.

Dilansir dari laman Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, asal-usul kabupaten ini berawal dari rencana Adipati Paranggarudo menikahkan putranya, Menak Jasari, dengan Dewi Ruyung Wulan, putri Adipati Carangsoko.

Karena wajah dan fisik Menak Jasari yang buruk rupa, Dewi Ruyung Wulan sebenarnya menolak perjodohan itu. Namun dia tetap dipaksa menikah oleh orang tuanya.

Untuk mengulur waktu sekaligus menggagalkan pernikahan yang tidak dilandasi cinta, dia meminta pesta pernikahannya dimeriahkan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan oleh Dalang Soponyono.

Di tengah pergelaran wayang, Dewi Ruyung Wulan justru jatuh cinta kepada si Dalang Soponyono dan memilih melarikan diri bersamanya beserta dua adik sang dalang saat suasana digelapkan.

Kejadian itu membuat murka Adipati Paranggarudo. Ia akhirnya mengerahkan prajurit untuk memburu mereka hingga meresahkan dan menggeledah rumah-rumah penduduk.

Dalam pelariannya, rombongan Soponyono sempat tertangkap mencuri semangka karena kelaparan, namun akhirnya dilindungi oleh Penewu Sukmoyono di wilayah Majasemi.

Perlindungan Penewu Sukmoyono tersebut memicu pertempuran besar antara pasukan Paranggarudo dan aliansi Majasemi-Carangsoko, yang menewaskan Penewu Sukmoyono serta sejumlah panglima dari kedua belah pihak.

Raden Kembangjoyo yang murka atas kematian Sukmoyono berhasil mengalahkan pasukan Paranggarudo dengan pusaka keris Rambut Pinutung dan Kuluk Kanigoro.

Kemenangan itu membuat tiga wilayah yang semula bertikai, dilebur jadi satu dengan Paranggarudo, yakni Carangsoko, dan Majasemi, akhirnya dilebur menjadi satu kadipaten di bawah kepemimpinan Kembangjoyo sebagai Adipati.

Wilayah bekas Carangsoko, kini berada di tujuh kecamatan. Yakni, Kecamatan Pati, Kecamatan Juwana, Kecamatan Trangkil, Kecamatan Margorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kecamatan Wedarijaksa, Kecamatan Gembong.

Untuk memperluas lagi wilayah kekuasaannya, Kembangjoyo bersama Dalang Soponyono membuka Hutan Kemiri sebagai pusat pemerintahan baru, setelah lebih dulu mengalahkan kerajaan siluman penghuni hutan tersebut.

Di tengah pembukaan lahan, mereka bertemu seorang penjual keliling bernama Ki Sagola yang menawarkan minuman dawet berbahan dasar pati aren, santan, dan gula kelapa.

Terinspirasi dari nama bahan minuman itu, Kembangjoyo menamai wilayah barunya Kadipaten Pati-Pesantenan, cikal bakal Kabupaten Pati yang kemudian tumbuh menjadi wilayah makmur.

Dari sanalah para pemuda Pati yang tergabung dalam AMPB sekarang berasal. Mereka keturunan para pejuang pemberani di masa lalu. Kini mereka akan ikut demo ke Gedung DPR RI, Kamis, 27 Agustus 2026 besok.

Polisi Batal Tangkap Botok

Koordinator AMPB Supriyono alias Botok, menyatakan kepada wartawan bahwa AMPB tidak berniat menggulingkan Presiden Prabowo Subianto. Mereka cuma mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Harta Koruptor. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK