FAKTANASIONAL – Program 11-12 Gasspoll S1F kembali mendapat sorotan serius dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Khususnya dari Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, S.T., M.T., bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, A.Md., serta Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Muhlis, dengan menggelar “Rapat Koodinasi Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Kabupaten Barito Utara 2026” di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Pada Selasa 1 September 2026.
Rapat tersebut bukan hanya agenda rutin pemerintahan. Forum ini menjadi moment untuk membongkar progres, mengukur capaian dan memastikan arah pelaksanaan Program 11-12 Gasspoll S1F unggulan Bupati dan Wakilnya tetap berada pada koridor yang telah digariskan pemerintah daerah serta memastikan apakah program 11-12 Gasspoll benar-benar tercapai di Kabupaten Barito Utara.
Bupati menegaskan, program prioritas tidak boleh hanya berhenti pada tumpukan dokumen, laporan maupun rapat di tingkat OPD.
Implementasinya harus bergerak hingga ke lapangan dan menyentuh masyarakat secara nyata dan dampaknya di harapkan dapat di rasakan langsung oleh masyarakat Barito Utara seluruhnya.
“Yang kita evaluasi bukan hanya laporannya, tetapi bagaimana program itu benar-benar berjalan. Jangan sampai bagus di atas kertas, tetapi pelaksanaannya di lapangan tidak sesuai dengan yang sudah digariskan, makanya kita haru ini rapat evaluasi agar persepsi semua OPD dan 9 Camat sejalan dengan agenda program 11 -12 Gasspoll yang telah di agendakan ,” tegas Bupati Barut H Shalahuddin.
Karena itu, seluruh OPD dan para camat, diminta memahami secara utuh tugas teknis dan target masing-masing dalam Program 11-12 Gasspoll S1F di Dinasnya serta di wilayah kecamatannya.
Evaluasi juga diarahkan untuk melihat kesinambungan pelaksanaan program hingga tingkat kecamatan. Bupati Barut dan wakil serta Sekda Barut, ingin memastikan sembilan kecamatan di Barito Utara tidak berjalan dengan interpretasi masing-masing, melainkan tetap berada dalam satu garis kebijakan pembangunan daerah yang telah di tetapkan.
Rakor ini bukan hanya Seremonial, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan menekankan pentingnya membangun koordinasi yang kuat antara OPD dan jajaran kewilayahan.
Menurutnya, program yang telah dirancang pemerintah daerah harus memiliki kesinambungan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa.











