FAKTANASIONAL.NET – Perang ekonomi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kini menyangkut perebutan sumber daya alam sebagai bahan baku industri modern. Salah satunya logam tanah jarang (rare earth). Dan, bumi Indonesia punya kandungan sangat kaya logam tanah jarang.
Logam Tanah Jarang di Kalbar Tersebar di Area 54.000 Hektar
Penggunaan logam tanah jarang sebagai alat perang kedua negara tidak terlepas dari peran strategis yang dikandung logam ini.
Logam tanah jarang merupakan bahan baku penting dalam keberlangsungan industri-industri yang sifatnya strategis. Berbagai peralatan modern seperti ponsel, laptop, mobil hibrida, serta turbin angin menjadikan unsur tanah jarang sebagai komponen vitalnya.
Logam tanah jarang unggul pada sifat fisik, magnetik, dan kimianya yang unik, yang mana karakteristik ini manjadi bahan utama untuk membuat magnet permanen tanpa kehilangan daya meski tidak dialiri listrik.
Logam tanah jarang juga digunakan dalam pembuatan produk-produk industri pertahanan seperti mesin jet tempur, sistem kendali rudal, pertahanan antirudal, satelit luar angkasa, serta jaringan komunikasi militer.
Apa Sih Logam Tanah Jarang? Ini Kata Pakar UGM
Awalnya, perang AS lawan Tingkok dimulai ketika AS memperluas daftar perusahaan Tiongkok yang dilarang mengakses cip semikonduktor dan teknologi paling canggih dari AS.
Tiongkok menempuh langkah retaliasi dengan melakukan pengetatan atas ekspor logam langka.
Tiongkok mengumumkan bahwa awal Desember 2025, perusahaan asing manapun di dunia harus memperoleh izin terlebih dari Tiongkok jika hendak mengekspor produk dengan kandungan logam tanah jarang asal Tiongkok.
Kewajiban tersebut juga berlaku untuk produk logam tanah jarang yang diproduksi dengan menggunakan teknologi milik Tiongkok.
Kebijakan Tiongkok ini memiliki signifikansi dalam konteks geopolitik dan geoekonomi global.
Penggunaan logam tanah jarang sebagai senjata geopolitik oleh Tiongkok berpotensi mengganggu rantai pasok global dan melumpuhkan industri-industri strategis yang ada di AS, termasuk Eropa yang notabene merupakan sekutu AS.
Konflik kedua negara dalam penguasaan logam tanah jarang juga berpotensi menjadi lebih runcing karena AS akan menggunakan instrumen lain untuk lepas dari cengkraman geostrategi Tiongkok.
Dalam proyeksi ke depan, situasi keamanan dan ekonomi dunia diproyeksi menjadi lebih keruh dan bergejolak.
Logam Tanah Jarang Di Tangan Prabowo Jangan Sampai Seperti Emas Papua Di Era Soeharto: Untuk Amerika
