Warga yang berada di lokasi dengan hujan abu atau mengalami penurunan kualitas udara dianjurkan membatasi aktivitas luar ruang yang tidak mendesak, termasuk menunda olahraga di luar ruangan.
Jika harus keluar rumah di lingkungan yang berabu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker N95 atau setara yang terpasang rapat menutupi hidung dan mulut.
Saat hujan abu berlangsung, warga diminta berlindung di dalam bangunan serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu.
Sementara itu, jika terdapat endapan abu di rumah, masyarakat dianjurkan membersihkannya menggunakan lap atau pel lembap.
Warga diminta menghindari menyapu kering atau meniup abu karena dapat membuat partikel kembali beterbangan.
Sejarah Kelam Gunung Krakatau Sejak Letusan 1883
DLH juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker dan pelindung mata saat membersihkan abu serta melindungi makanan, air minum, dan penampungan air dari paparan abu.
Warga yang mengalami keluhan pernapasan atau iritasi mata yang menetap dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Jika mengalami sesak napas berat atau kondisi darurat lainnya, warga diminta segera mencari pertolongan medis atau menghubungi Jakarta Siaga 112 yang dapat diakses selama 24 jam tanpa biaya panggilan. (*)











