Bank Kalsel Kantor Cabang Tanjung Pengelola CSR Alokasi Pemkab/Pemko Terbaik 2026, Sedangkan Muhammad Akhsan dan Muhammad Rizky Affandi sebagai Influencer Internal Bank Kalsel 2026.

Oplus_131072

“Realisasi sampai dengan yang untuk tahun ini sekitar 70 persen. Jadi sisa sekitar 30 persen lagi,” ujar Rabbiyanur.

Program CSR Bank Kalsel diarahkan ke sejumlah bidang, di antaranya keagamaan, sosial dan kemasyarakatan, serta pendidikan. Pelaksanaan program mengacu pada bidang dan ketentuan yang ditetapkan kantor pusat.

Dengan demikian, besarnya anggaran bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Tata kelola, kesesuaian program, administrasi, dokumentasi, frekuensi kegiatan, serta dampak yang dihasilkan menjadi bagian dari evaluasi.

“Jadi tidak hanya melihat berapa banyak kegiatannya, tetapi juga kesesuaian dengan tujuan penggunaan CSR sendiri,” katanya.

Penguatan evaluasi juga menyentuh aspek administrasi. Setiap penyaluran dan penggunaan dana CSR harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan.

Dokumentasi kegiatan, frekuensi pelaksanaan, keaktifan cabang, hingga kesesuaian penggunaan dana dengan tujuan program menjadi bagian dari penilaian. Pola tersebut sekaligus menempatkan CSR sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang membutuhkan proses perencanaan dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi Bank Kalsel, pendekatan tersebut penting agar CSR tidak berhenti pada aktivitas seremonial maupun penyerapan anggaran. Program diharapkan tetap memiliki tujuan yang jelas dan dilaksanakan sesuai koridor kebijakan perusahaan.

Karena itu, evaluasi tahunan menjadi instrumen untuk mendorong cabang lebih aktif mengembangkan program sekaligus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.*****