Pergantian Purbaya dengan Suahasil menjadi bagian dari perombakan kabinet pada September 2026.
Purbaya sebelumnya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
BACA JUGA
Anak Purbaya Kembali Bersuara: Singgung “Mafia” dan Ancaman kepada Presiden
Sejumlah laporan media membahas berbagai persoalan yang muncul selama masa jabatan Purbaya, termasuk perbedaan pandangan mengenai kebijakan dan pergantian pejabat di Kementerian Keuangan.
Reuters, misalnya, melaporkan bahwa pergantian tersebut terjadi setelah muncul perselisihan dengan sejumlah pejabat di Kementerian Keuangan.
Laporan itu mendasarkan informasi pada sumber-sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya.
Purbaya sendiri sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa dirinya kecewa atas pergantian tersebut, tetapi mengaku sudah memperkirakan kemungkinan dirinya dicopot. Ia juga menyebut adanya perbedaan pandangan dengan sejumlah pejabat.
Sementara itu, mengenai maksud keterangan “Bakal strike ini. Siap-siap ya Guys.”, Purbaya belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pengamat Soroti Komunikasi hingga Gesekan Fiskal dengan Daerah
Purbaya Yudhi Sadewa tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan mulai Senin (14/9/2026). Pergantian tersebut terjadi sekitar satu tahun setelah Purbaya dilantik untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada 8 September 2025.
Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan pada Senin pagi dengan mengikuti rapat kerja bersama Komite VI DPD RI sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, pada sekitar pukul 15.30 WIB, posisinya sebagai Menteri Keuangan telah digantikan oleh Suahasil Nazara.
Pergantian tersebut berlangsung di tengah sorotan terhadap sejumlah persoalan selama masa kepemimpinan Purbaya, mulai dari pola komunikasi kebijakan hingga hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah.
Ketua Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Djayadi Hanan, mengatakan pola komunikasi Purbaya menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian. Menurut dia, sejumlah pernyataan dan cara komunikasi Purbaya memicu respons negatif dari pasar maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan ya itu kan terus-menerus memantik kontroversi. Pernyataan-pernyataannya, kemudian berbagai pola komunikasinya yang menimbulkan respons negatif dari pasar kemudian respons negatif dari berbagai stakeholder,” kata Djayadi, Senin (14/9/2026).
Selain komunikasi, Djayadi menyoroti kebijakan pengetatan dan pemotongan anggaran ke daerah yang dinilai turut memunculkan gesekan antara pemerintah pusat dan daerah.
Salah satu persoalan yang mencuat adalah terkait Dana Bagi Hasil (DBH) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang disebut belum dibayarkan. Persoalan tersebut kemudian menjadi salah satu sumber ketegangan antara Purbaya dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Menurut Djayadi, persoalan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah tidak mudah diselesaikan tanpa adanya penyesuaian terhadap alokasi anggaran.
“Masalah-masalah di daerah yang terkait dengan fiskal itu tidak bisa tidak akan sulit diatasi kalau tidak ada realokasi anggaran,” ujarnya.
Ia menilai realokasi anggaran diperlukan untuk membantu pemerintah daerah menangani berbagai persoalan fiskal yang muncul.
Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru dinilai Djayadi sebagai langkah korektif Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA
Purbaya Sudah Prediksi Reshuffle, Kans Dicopot Ternyata 50:50
Pergantian tersebut disebut dapat menjadi upaya untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus meredam ketegangan komunikasi yang muncul sebelumnya.
Suahasil memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan serta latar belakang akademik sebagai Guru Besar Universitas Indonesia. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan.
Djayadi menilai pengalaman Suahasil dapat menjadi modal dalam menjaga stabilitas fiskal dan membangun kembali kepercayaan pasar melalui pendekatan komunikasi yang lebih tenang.
Pergantian Purbaya sekaligus menjadi perubahan terbaru dalam jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam kepemimpinan Kementerian Keuangan, setelah sebelumnya posisi tersebut dijabat Sri Mulyani dan kemudian Purbaya Yudhi Sadewa. (*)











