Kabut asap juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Paparan partikel berbahaya dalam jangka pendek dapat berkaitan dengan hipertensi dan stroke.
Sementara itu, paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah atau arteriosklerosis.
Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah kanker paru-paru. Kabut asap mengandung partikel yang bersifat karsinogen sehingga risikonya tidak hanya berkaitan dengan perokok aktif.
Pada kulit, paparan kabut asap dapat memicu iritasi dan peradangan. Kondisi ini juga dikaitkan dengan penuaan dini, jerawat, kanker kulit, serta memburuknya gejala eksim dan psoriasis.
Dampak kabut asap dapat berbeda pada setiap orang. Bayi, anak-anak, dan lansia termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap paparan tersebut.
Karena itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi ketika kabut asap muncul. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang menutupi hidung dan mulut serta hindari berada di luar terlalu lama. Kacamata juga dapat membantu melindungi mata dari debu dan zat iritatif.
Apabila muncul keluhan seperti sesak napas atau batuk yang tidak membaik setelah terpapar kabut asap, segera konsultasikan dengan dokter.[dit]











