Hukum  

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Way Kambas, Balai TNWK Pastikan Koloni Gajah Jauh dari Titik Api

Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung. (FAKTANASIONAL/HO).
Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung. (FAKTANASIONAL/HO).

Guna mengantisipasi kendala jarak sumber air di lokasi tersebut, tim gabungan menerapkan strategi pemadaman pompa seri 3 menggunakan tiga unit mesin pompa portabel yang disokong bak penampung air. Personel dan mitra di lapangan turut merangsek dengan membawa alat penyemprot punggung (jet shooter) serta peralatan manual seperti garuk tajam dan tumpul untuk melokalisasi kobaran.

“Sinergi solid antar instansi bersama mitra pekerja lapangan menjadi kunci penting terkendalinya rambatan api di medan yang berat. Sementara untuk tantangan utama di lapangan adalah akses medan dan jarak sumber air yang cukup jauh dari kepala api. Namun, kesiapsiagaan seluruh personel yang langsung menggelar selang pompa serta menyisir titik-titik bara membuat ancaman kebakaran di kawasan inti berhasil ditangani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, memastikan titik kebakaran baru di Resor Cabang berada jauh dari wilayah jelajah kelompok gajah TNWK sehingga keselamatan satwa langka tersebut tetap terlindungi.

“Gajah jauh sekali dari lokasi Karhutla kemarin. Kelompok gajah berada wilayah Resort Toto Projo,” kata Zaidi.

Berdasarkan informasi sementara dari Balai TNWK tersebut, titik api dipastikan tidak berada di sekitar habitat maupun koridor utama pergerakan kelompok gajah yang terpantau aman di wilayah Resor Toto Projo.

Setelah api utama padam, personel gabungan tetap bersiaga melaksanakan tahap pendinginan (mopping up) agar tidak timbul bara tersembunyi.

Di samping itu, komite dan pihak balai juga mengoordinasikan opsi bantuan pemadaman udara (water bombing) untuk menyisir titik-titik koordinat api tertentu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dan sulit dijangkau melalui jalur darat.