FAKTANASIONAL.NET – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto langsung melakukan perombakan internal Polri sehari setelah resmi memimpin Korps Bhayangkara.
Langkah tersebut mendapat sorotan dari Indonesia Police Watch (IPW) karena dinilai berbeda dari pola konsolidasi yang lazim dilakukan kapolri baru.
Suyudi, lulusan Akpol 1994, disetujui DPR dan dilantik Presiden Prabowo pada 1 Oktober 2026.
Sehari kemudian, mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri diterbitkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Salah satu perubahan terjadi di Polda Metro Jaya. Posisi kapolda kini ditempati Irjen Dadang Hartanto, menggantikan Komjen Asep Edi Suheri.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menilai langkah Suyudi sebagai gebrakan yang tidak biasa dilakukan seorang kapolri yang baru dilantik. Menurutnya, perombakan tersebut terlihat seperti regrouping dengan arah yang sehaluan.











