Kementan Genjot Hilirisasi, Tiga Pabrik Tepung Telur-Daging Siap Dibangun

Kementan Genjot Hilirisasi, Tiga Pabrik Tepung Telur-Daging Siap Dibangun/dok.inews

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berencana membangun tiga pabrik pengolahan tepung telur dan daging mulai 10 Oktober 2026. Proyek bernilai Rp200–250 miliar per unit ini bertujuan menstabilkan harga, memperluas pasar produk lokal, dan mengurangi ketergantungan impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa kebijakan fundamental ini dirancang agar siklus kerugian peternak akibat kendala pemasaran tidak terus berulang di masa mendatang. Menurutnya, penciptaan ekosistem agribisnis yang terintegrasi menjadi kunci utama dalam menyeimbangkan rantai pasok nasional.

Guna merealisasikan program tersebut, Kementan telah menjalin koordinasi intensif dengan jajaran Badan BUMN serta Kementerian Perdagangan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran awal pembangunan setiap unit pabrik berkisar di angka Rp200 miliar, dengan potensi penyesuaian hingga Rp250 miliar khusus untuk fasilitas yang dilengkapi lini pengolahan daging. Seluruh tahapan awal ini nantinya akan diawali melalui kajian kelayakan (feasibility study) secara mendalam.

Selain menggandeng lintas instansi pemerintahan, Kementan juga membuka pintu seluas-luasnya bagi sektor swasta yang ingin berkolaborasi. Kendati demikian, pemerintah memastikan bahwa kehadiran negara tetap menjadi pilar utama dalam mengawal sektor industri strategis nasional ini.

Dampak positif dari hilirisasi ini diyakini mampu menciptakan perputaran ekonomi yang merata. Di tingkat hulu, petani lokal mendapatkan jaminan pasar yang pasti untuk komoditas jagung sebagai bahan baku pakan, sementara para peternak terbantu dengan ketersediaan pasokan pakan yang terjangkau. Di sisi hilir, pabrik pengolahan akan bertindak sebagai penampung surplus hasil ternak ketika terjadi kelebihan pasokan di pasaran.

Dengan kemampuan mengonversi komoditas segar menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya simpan lebih lama, para peternak tidak lagi sepenuhnya bergantung pada fluktuasi harga harian yang kerap merugikan. Transformasi sektor peternakan ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan peternak sekaligus mewujudkan kemandirian pangan nasional secara menyeluruh.(sak)