Darurat Asap, PM Malaysia Minta Bantuan RI

Darurat Asap, PM Malaysia Minta Bantuan RI/dok.detiknews

FAKTANASIONAL.NET- Pemerintah Indonesia merespons sinyal diplomasi dari negara tetangga terkait persoalan kabut asap lintas batas. Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengonfirmasi adanya komunikasi antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Informasinya demikian,” ujar Dudung saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Meski tidak merinci detail teknis perbincangan kedua pemimpin negara tersebut, Dudung memastikan bahwa jajaran pemerintah terus bekerja keras menanggulangi karhutla secara maksimal di lapangan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi secara langsung via sambungan telepon dengan Presiden Prabowo Subianto guna membahas darurat kabut asap yang kian meresahkan. Menurut laporan Bernama, Kamis (8/10/2026), Presiden Prabowo disebut sepakat mengambil tindakan konkret demi meredam dampak buruk polusi udara tersebut.

Anwar menyebutkan, situasi kabut asap yang melanda wilayahnya dalam beberapa pekan terakhir telah memicu kekhawatiran serius, khususnya terkait ancaman kesehatan bagi warga setempat. Sebagai langkah mitigasi darurat, otoritas Malaysia telah mengintensifkan operasi penyemaian awan nyaris setiap hari yang melibatkan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) serta sejumlah instansi terkait.

Kendati berbagai upaya mandiri telah dikerahkan, Kuala Lumpur tetap membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan Indonesia guna menyelesaikan akar permasalahan karhutla ini secara tuntas. (sak)