FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan fenomena lubang api bawah tanah yang muncul di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Fenomena tersebut merupakan kebakaran bawah permukaan atau ground fire yang terjadi di lahan gambut.
Peristiwa ini menjadi perhatian setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan lubang menganga dengan pijaran api berwarna merah di area lahan terbakar. Dalam rekaman itu, sejumlah petugas juga terlihat berupaya memadamkan bara api yang masih menyala.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menjelaskan bahwa kebakaran bawah tanah memiliki karakteristik berbeda dari api yang membakar permukaan lahan. Penjelasan tersebut disampaikan saat dihubungi pada Kamis (15/10).
Menurut Berton, lahan gambut di lokasi karhutla tersusun atas material organik tebal yang mengandung banyak gas metana. Ketika kebakaran terjadi, permukaan tanah dapat terlihat sudah padam, padahal bara api masih bertahan di lapisan bawah.
“Saat lapisan organik di dalam tanah habis terbakar, struktur tanah di atasnya melesak dan membentuk rongga atau lubang yang mengeluarkan asap serta pijar api,” ucap dia.
Kondisi tersebut membuat kebakaran bawah tanah sulit dikenali. Selain tersembunyi, api ini memiliki radiasi panas yang minim di permukaan sehingga sulit terdeteksi melalui citra satelit pemantau titik panas atau hotspot biasa.










