JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Pergerakan harga batu bara belakangan ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Dilansir dari Refinitiv, pada perdagangan Kamis (3/4/2025) harga batu bara anjlok sebesar 1,57% mencapai level 103,35 per ton.
Penurunan harga ini terjadi setelah lima hari berturut-turut mengalami kenaikan, dan dua hari beruntun penurunan menjadi bukti nyata bahwa pergeseran kebijakan energi global mulai memberi dampak pada pasar komoditas fosil.
Salah satu faktor utama di balik penurunan harga batu bara adalah rencana ambisius perusahaan listrik terbesar di Yunani, PPC.
Perusahaan ini mengumumkan rencana investasi sebesar EUR 5-8 miliar untuk membangun kapasitas baru hampir 4 GW, yang bertujuan menggantikan pembangkit listrik berbasis batu bara di Makedonia Barat.
Dalam kerangka waktu dekarbonisasi, Ptolemaida 5, yang selama ini menjadi salah satu andalan pembangkit batu bara, akan diubah menjadi pembangkit listrik tenaga gas dengan kapasitas 350 MW, dengan kemungkinan peningkatan kapasitas hingga 500 MW atau bahkan 1 GW.
Langkah strategis ini sejalan dengan upaya mengurangi emisi dan mengalihkan penggunaan energi fosil ke sumber energi terbarukan.
Di samping kebijakan PPC, pergeseran global menuju energi terbarukan turut mempengaruhi harga batu bara.











