TEKNO, FAKTANASIONAL.NET – Dalam era persaingan smartphone global, sebagian besar produsen asal Tiongkok masih bergantung pada solusi chipset dari Qualcomm dan MediaTek.
Namun, Xiaomi berhasil menembus batas tersebut dengan memperkenalkan Xring O1 – SoC (System on Chip) buatan sendiri yang dibangun pada proses TSMC N3E 3 nm generasi kedua.
Keberhasilan ini bukan hanya sekadar capaian teknis, tetapi juga tonggak penting dalam upaya kemandirian industri ponsel Tiongkok.
Pada peluncuran bersamaan dengan Xiaomi 15S Pro, Xring O1 menunjukkan performa luar biasa di berbagai benchmark.
AnTuTu mencatat skor lebih dari 3 juta poin, unggul tipis dari Snapdragon 8 Elite. Geekbench 6 membuktikan kehebatannya dengan skor single-core di atas 3.000 poin dan multi-core melebihi 9.000 poin—membayangi Apple A18 Pro dalam pengujian multi-core.
Xring O1 mengusung konfigurasi sepuluh inti CPU: 2× Cortex-X925 main core berkecepatan hingga 3,9 GHz, 6× Cortex-A725 dengan rentang 1,9–3,4 GHz, serta 2× Cortex-A520 pada 1,8 GHz untuk efisiensi daya.











