Tarif Ojol Naik, Pelanggan Ogah? Ancaman Bumerang bagi Pengemudi

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk resmi menghapus skema langganan pada layanan GoRide Hemat demi menyelaraskan sistem bagi hasil yang lebih adil bagi para mitra pengemudi ojek online./(Ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Ojek online (ojol) telah menjadi solusi transportasi andalan masyarakat urban. Kebijakan terbaru menaikkan tarif ojol diharapkan memperbaiki kesejahteraan mitra pengemudi.

Namun, pendapat Peneliti IDEAS Muhammad Anwar justru menyiratkan potensi kontra produktif yang bisa merugikan semua pihak.

Menurut Anwar, sumber frustrasi utama mitra ojol bukan tarif yang rendah, melainkan besarnya potongan yang diterapkan aplikator—bisa mencapai 20 persen dari pendapatan.

Kenaikan tarif sesungguhnya tidak menyentuh beban potongan ini, sehingga manfaat bagi pengemudi menjadi minimal.

Kebijakan tarif tinggi berpotensi membuat pelanggan enggan memesan ojol karena ongkos meningkat. Jika jumlah pengguna menurun, pengemudi justru kehilangan kesempatan cuan.