TEL AVIV, FAKTANASIONAL.NET – Pasukan militer Amerika Serikat mulai tiba di Israel pada Sabtu (11/10/2025) waktu setempat, guna mendukung pelaksanaan misi pemantauan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.
Dua pejabat pemerintahan AS mengonfirmasi, sekitar 200 personel militer akan ditempatkan di Israel untuk membentuk pusat koordinasi bersama. Pusat ini akan bertugas mengawasi berbagai aspek implementasi kesepakatan gencatan senjata, termasuk dalam bidang transportasi, perencanaan strategis, logistik, keamanan, dan rekayasa teknik militer.
Menurut laporan Anadolu News, Minggu (12/10/2025), pasukan AS tidak akan memasuki wilayah Gaza. Mereka akan beroperasi dari Israel di bawah komando langsung Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Bradley Cooper, serta berkoordinasi dengan sejumlah unit dan kontingen militer dari negara-negara kawasan Timur Tengah.
Penempatan pasukan ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan awal antara Israel dan Hamas pada 29 September lalu. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari rencana perdamaian 20 poin yang digagas Gedung Putih.
Fase pertama rencana tersebut mencakup penghentian penuh serangan bersenjata, pembebasan seluruh sandera Israel dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.











