Policy Brief IDEAS: Dengan Dana Setara MBG, Indonesia Bisa Tutup Jurang Pendidikan

Hasil Kajian IDEAS/Dok. Ist.

 

FAKTANASIONAL.NET – Di tengah perdebatan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul temuan kebijakan yang menunjukkan bahwa realokasi anggaran program tersebut justru berpotensi memberi dampak jauh lebih besar dan berkelanjutan bagi masa depan pendidikan Indonesia.

Dengan realokasi anggaran MBG, negara berpotensi menutup jurang pendidikan secara sistemik yaitu menuntaskan wajib belajar 12 tahun bagi seluruh anak Indonesia, memberikan beasiswa bagi hampir 2,9 juta mahasiswa miskin, serta menaikkan gaji 2,1 juta guru honorer SD, SMP, dan SMA setara Upah Minimum Provinsi (UMP).

Temuan tersebut tertuang dalam policy brief Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) berjudul “Makan Bergizi (Tidak) Gratis, Reformasi MBG untuk Pendidikan Anak Bangsa” yang dirilis pada Januari 2026.

Berdasarkan simulasi IDEAS, anggaran sebesar Rp 156,6 triliun cukup untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun bagi seluruh anak Indonesia. Dana ini mencakup beasiswa dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi hampir delapan juta anak miskin yang saat ini tidak bersekolah, sekaligus pembangunan ruang kelas dan sekolah baru agar tidak ada anak yang terhambat oleh jarak, biaya, atau ketiadaan fasilitas.

Secara rinci, kebutuhan anggaran tersebut terdiri dari Rp 12,6 triliun untuk SD, Rp 52,1 triliun untuk SMP, dan Rp 91,9 triliun untuk SMA. Dengan alokasi ini, Indonesia berpeluang mencatat sejarah yaitu tidak ada lagi anak yang terpaksa berhenti sekolah sebelum lulus SMA.

“Dengan alokasi anggaran Rp 156,6 triliun, kita bisa memastikan setiap anak menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya, bukan hanya mendapat piring makanan yang akan hilang dalam hitungan jam,” ujar Muhammad Anwar, Peneliti IDEAS pada, Jum’at (23/1/2026)