FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM untuk mengawal kelancaran pasokan energi selama masa mudik dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Posko yang berpusat di Gedung BPH Migas, Jakarta, ini akan beroperasi selama 20 hari, terhitung sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi antarinstansi sekaligus rujukan informasi bagi masyarakat terkait BBM, LPG, listrik, hingga mitigasi bencana geologi.
“Secara nasional ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 H sangat memadai,” jelas Yuliot Tanjung saat peresmian di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Sinergi Lintas Sektoral dan Proyeksi Konsumsi
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, menekankan bahwa keberhasilan pengawalan energi tahun ini sangat bergantung pada sinergi dengan lembaga luar, seperti Korlantas Polri, guna mengantisipasi hambatan distribusi akibat rekayasa lalu lintas.
“Dalam pelaksanaan kegiatan Posko Nasional Sektor ESDM ini, penting kiranya untuk kita bersinergi agar pelaksanaan Posko berjalan dengan lancar. Sinergitas ini tentu saja bukan hanya internal anggota Posko, tetapi juga sinergitas dengan stakeholder lainnya, seperti KORLANTAS POLRI, terkait dengan adanya rute-rute yang dilakukan pembatasan ataupun titik-titik kemacetan,” ujar Erika.
Berdasarkan data teknis, pemerintah memproyeksikan kenaikan konsumsi gasoline sebesar 12,0 persen, sementara gasoil justru diprediksi turun 14,5 persen seiring berkurangnya aktivitas industri.
Untuk LPG, ketahanan stok nasional dijaga pada kisaran 12-15 hari dengan dukungan agen yang siaga 24 jam di wilayah dengan permintaan tinggi.
Kesiagaan Pertamina dan Layanan Motoris
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) sejak 9 Maret 2026.
Pertamina menyiagakan 7.885 SPBU dan 6.662 agen LPG di seluruh Indonesia.











