FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi guna menghadapi potensi fenomena El Nino ekstrem yang diprediksi mulai berdampak pada April 2026.
Pemerintah menitikberatkan strategi pada kecepatan intervensi teknis dan optimalisasi sarana prasarana untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa kesiapan di tingkat lapangan menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak kekeringan.
Optimalisasi Alat Mesin Pertanian
Sebagai instrumen utama mitigasi, pemerintah telah mendistribusikan puluhan ribu unit pompa air kepada kelompok tani di berbagai wilayah Indonesia dalam tiga tahun terakhir.
“Pemerintah sejak 2023 hingga 2025 telah menyalurkan sebanyak 80.158 unit pompa air kepada kelompok tani di seluruh Indonesia. Ini adalah aset strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk menghadapi potensi kekeringan,” ujar Andi Nur Alam Syah dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Ia mengimbau para petani untuk tidak hanya mengandalkan bantuan fisik, tetapi juga proaktif dalam mengelola sumber air, memperbaiki saluran irigasi, dan mengatur distribusi air secara kolektif agar lahan tetap produktif di tengah tekanan iklim.











