Miris! Indonesia Harus Gigit Jari Melihat Minyak Murah Rusia dan Iran dari Balik Jendela Gedung Putih

Foto Ilustrasi/Scsht Instagram.

AMERIKA Serikat telah melonggarkan sanksi untuk minyak Rusia dan Iran. Kelonggaran ini bersifat sementara dan hanya berlaku bagi minyak yang sudah berada di laut.

Rusia melalui Duta Besarnya menyatakan siap memasok minyak ke Indonesia jika dibutuhkan. Demikian pula dengan Iran. Sumber internal Iran mengungkapkan saat ini ada kapal tangker minyak mereka yang sedang berada di dekat perairan Indonesia. Minyak Rusia dan Iran selama ini dikenal dengan harga yang jauh lebih murah di bawah harga pasar.

Namun, meskipun Amerika Serikat telah melonggarkan sanksi dan Rusia maupun Iran membuka pintu selebar-lebarnya, Indonesia hanya bisa gigit jari dari balik jendela gedung putih menyaksikan minyak murah tersebut.

Kenapa?

Ada satu fakta yang terlalu memalukan untuk diucapkan terang-terangan. Namun, seorang pejabat tinggi Pertamina terpaksa harus membocorkannya.

Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, ternyata tidak sepenuhnya bebas bahkan untuk membeli minyaknya sendiri.

Bukan karena tidak punya uang, bukan karena tidak ada pasokan, tetapi karena harus menunggu restu dari negara lain, yaitu Amerika Serikat.

Lebih ironis lagi, pemerintah tetap menjual narasi diversifikasi energi seolah-olah ini adalah langkah strategis yang cerdas. Padahal kenyataannya, diversifikasi itu tanpa kebebasan memilih sumber pasokan.