Spirit Airlines Resmi Berhenti Beroperasi, Era Penerbangan “Ultra Murah” di AS Berakhir Pilu

Ilustrasi/(BBC)

FAKTANASIONAL.NET – Industri penerbangan Amerika Serikat berduka seiring dengan pengumuman penutupan operasional Spirit Airlines.

Maskapai yang selama tiga dekade menjadi pionir tarif ultra low-cost ini resmi berhenti beroperasi pada Senin (4/5/2026), memicu gelombang kekecewaan dari jutaan pelancong kelas pekerja dan staf maskapai.

Keputusan mendadak ini diambil setelah perusahaan mengalami tekanan finansial yang tak terbendung, diperparah oleh lonjakan harga bahan bakar akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Penumpang dan Kru Terlantar

Penutupan ini menyisakan kekacauan di sejumlah bandara.

Pembatalan penerbangan secara tiba-tiba dilaporkan terjadi di wilayah Amerika Serikat, Karibia, hingga Amerika Latin, menyebabkan penumpang dan staf terlantar tanpa kepastian.

Padahal, Spirit masih tercatat memiliki lebih dari 4.000 jadwal penerbangan domestik yang seharusnya beroperasi hingga pertengahan Mei ini.

CEO Spirit Airlines, Dave Davis, dalam pernyataan resminya tidak dapat menyembunyikan rasa sesalnya atas kegagalan maskapai dalam bertahan di tengah badai ekonomi.

“Sangat mengecewakan dan bukan hasil yang diinginkan siapa pun dari kita,” ujar Dave Davis.

Kehilangan Akses Perjalanan Terjangkau

Bagi banyak warga AS, Spirit bukan sekadar maskapai dengan kursi yang tidak bisa direbahkan atau air minum berbayar, melainkan satu-satunya akses untuk tetap bisa terbang di tengah tingginya biaya hidup.

Di media sosial, para pelanggan setia mengungkapkan kesedihan mendalam mereka.

Dikutip dari Reuters, seorang pengguna Reddit menuliskan betapa berartinya maskapai ini bagi mereka: