FAKTANASIONAL.NET — Lonjakan harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasar domestik terus menuai sorotan tajam. Di tengah klaim pemerintah mengenai kecukupan stok nasional, Komisi VI DPR RI kini mengarahkan fokusnya pada rantai distribusi barang.
Jika terbukti ada permainan atau sumbatan di jalur distribusi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berpotensi kuat menjadi salah satu pihak yang akan dievaluasi.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Nasdem, Asep Wahyuwijaya, menegaskan bahwa penyebab utama kenaikan harga pangan harus ditelusuri secara saksama untuk melihat apakah masalahnya berada di hulu (produksi) atau di hilir (distribusi).
“Kalau sumbernya aman, berarti kita keluar dari produksi. Kita masuk ke distribusi. Nah soal distribusi ini pasti kita cek ke Kemendag,” kata legislator yang akrab disapa Kang AW ini kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: Kemendagri Lakukan Langkah-Langlah Taktis Strategis Perkuat BUMD
Asep juga menambahkan bahwa kenaikan harga komoditas lokal seperti cabai, bawang merah, dan beras tidak bisa begitu saja dikaitkan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Alasan logisnya, komoditas-komoditas tersebut sebagian besar diproduksi secara mandiri di dalam negeri.
Oleh karena itu, pihak DPR berencana segera melakukan konfirmasi mengenai kondisi riil pasokan di lapangan kepada Kementerian Pertanian. Jika hulu terbukti surplus atau mencukupi, maka investigasi penuh akan dialihkan ke jalur tata niaga.
“Kalau memang dari sumber aman, berarti distribusinya yang harus dicek. Itu pasti kita konfirmasi ke Kemendag,” cetus Asep.
Langkah evaluasi ini dinilai mendesak agar pemerintah bisa mengurai benang kusut yang membuat harga pangan terus merangkang naik di pasar tradisional, meskipun narasi resmi pemerintah selalu menyebut stok pangan nasional berada dalam kondisi aman.











