SINGKAWANG, FAKTANASIONAL.NET – Bidhumas Polda Kalbar menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi 28 personel jajaran di Sekolah Polisi Negara Singkawang pada Jumat (12/6/2026).
Kegiatan operasional yang berlangsung selama enam hari sejak 8 hingga 13 Juni 2026 ini bertujuan mencetak personel kepolisian sebagai produsen berita yang tepercaya bagi masyarakat.
Tim instruktur resmi dari Bidhumas Polda Kalbar yang dipimpin oleh Ipda Syamsul Munir terjun langsung untuk mendidik para peserta secara teori maupun praktik.
Ipda Syamsul Munir didampingi oleh dua instruktur lainnya yakni Aipda Radiar Mulyana dan Aipda Krisna dalam memberikan pemahaman fundamental hingga taktis kehumasan.
Para peserta menerima beragam materi terkait dasar penerangan masyarakat teknik wawancara interaktif hingga analisis fakta dan data lapangan.
Kegiatan pelatihan jurnalistik Bidhumas Polda Kalbar ini juga mengajarkan cara menentukan nilai berita etika profesi serta teknik menyusun narasi rilis pers yang tepat.
Kepala Koordinator Tenaga Pendidik SPN Polda Kalbar AKBP Suharto menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung terciptanya sumber daya manusia Polri yang unggul di bidang komunikasi publik.
“SPN Polda Kalbar memfasilitasi penuh ruang belajar dan ekosistem latihan ini agar para peserta bisa menyerap ilmu secara maksimal. Ke depan, tantangan Polri di lapangan bukan hanya menjaga kamtibmas secara fisik, tetapi juga bagaimana mengomunikasikan kerja keras tersebut kepada masyarakat dengan bahasa yang jujur, transparan, dan menyejukkan,” ujar Suharto saat wawancara di depan para peserta pelatihan.
Ia juga menggarisbawahi bahwa keterbatasan fasilitas yang ada di lokasi pendidikan saat ini bukanlah penghalang untuk melahirkan personel Humas yang profesional.
“Kami menyadari bahwa saat ini sarana dan prasarana penunjang di SPN Polda Kalbar masih serba terbatas. Namun, keterbatasan itu sama sekali tidak boleh menyurutkan semangat kita. Profil lulusan dan standar kompetensi yang telah ditargetkan dalam pelatihan kehumasan ini harus tetap tercapai secara mutlak. Keterbatasan justru melatih kita untuk lebih kreatif, adaptif, dan tangguh dalam mengelola informasi di lapangan,” tambahnya.
Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono secara terpisah menekankan bahwa fungsi kehumasan kini menjadi jembatan utama untuk membangun kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat.
“Di era disrupsi informasi saat ini, jika Polri tidak aktif dan cepat menyajikan fakta yang akurat, maka ruang publik akan diisi oleh hoaks dan persepsi yang keliru. Melalui pelatihan ini, kami ingin para peserta pelatihan ini pulang ke satwil masing-masing dengan mentalitas sebagai ‘News Producer’. Mereka harus mampu menjawab tuntutan keterbukaan informasi publik secara transparan, akuntabel, dan responsif,” tegas Bambang.
Melalui keberlanjutan pelatihan jurnalistik Bidhumas Polda Kalbar ini seluruh personel diharapkan mampu memproduksi produk informasi yang edukatif guna meredam potensi konflik sosial di media sosial.








