Masalah Asmara Diduga Menjadi Pemicu Pengunjung Warkop di Sungai Pinyuh Akhiri Hidup

Lokasi penemuan korban yang mengakhiri hidupnya di sebuah warung kopi kawasan Sungai Pinyuh. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Pihak kepolisian mengungkap dugaan motif bunuh diri pria berinisial ZZ (29) di Warung Kopi Hidayah II Jalan Jurusan Pontianak Kecamatan Sungai Pinyuh pada Senin (6/7/2026).

Hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa masalah hubungan asmara menjadi pemicu utama korban nekat mengakhiri hidupnya di lokasi tersebut.

Kapolsek Sungai Pinyuh Agus Suryana menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami motif bunuh diri pria asal Kecamatan Anjongan tersebut.

Pemeriksaan petugas menemukan fakta bahwa korban memiliki hubungan spesial dengan salah seorang karyawan warung kopi yang menjadi lokasi kejadian.

“Ternyata korban ZZ ini berpacaran dengan karyawan Warkop Hidayah inisial IL (saksi yang pertama kali menemukan korban tergantung). Mereka sudah berpacaran kurang lebih satu tahun,” jelas Agus.

Hubungan percintaan antara korban dan saksi IL dilaporkan sedang mengalami masalah serius hingga menyebabkan korban mengalami tekanan mental.

Korban diketahui sempat berusaha menghubungi kekasihnya beberapa kali sebelum insiden tragis itu terjadi.

“Sebelum kejadian gantung diri, korban beberapa kali berusaha menghubungi IL baik melalui telepon maupun pesan WA. Namun, pacarnya IL tidak terlalu merespon karena sedang sibuk bekerja di Warkop Hidayah II,” ujarnya.

Konflik antara kedua belah pihak ini ternyata bukan baru pertama kali terjadi selama masa hubungan mereka setahun belakangan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, korban sering kali menjadikan ancaman mengakhiri hidup sebagai senjata saat bertengkar dengan kekasihnya.

“Menurut keterangan saksi IL, korban ini sering mengancam akan bunuh diri jika terjadi pertengkaran antara mereka,” tutupnya.

Polisi memastikan kejadian ini tidak melibatkan unsur pidana lain setelah hasil pemeriksaan medis tidak menemukan tanda kekerasan fisik.

Kematian korban dipastikan murni sebagai tindakan bunuh diri akibat ketidakmampuan mengelola masalah dalam hubungan asmara.

Pihak keluarga telah menerima kenyataan insiden ini dan memutuskan untuk segera memakamkan jenazah korban.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan emosi dan komunikasi yang baik dalam menghadapi tekanan masalah pribadi.

(*Red)