Puluhan UMKM Singkawang Terima Bantuan Keramik Lantai Guna Tingkatkan Kualitas Produksi

Penyerahan bantuan secara simbolis yang dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha lokal di ruang pertemuan. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Kota Singkawang menyalurkan bantuan keramik lantai tahap kedua kepada 40 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Senin (6/7/2026).

Penyerahan fasilitas fisik tersebut dilaksanakan secara tatap muka di area rubanah Kantor Wali Kota Singkawang.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie memimpin langsung prosesi distribusi bantuan sarana kepada puluhan pelaku usaha lokal tersebut.

Pemberian infrastruktur pendukung ini bertujuan untuk memperbaiki standar kelayakan tempat para pedagang memproduksi barang dagangan mereka.

Menurut Tjhai Chui Mie kelayakan dan kebersihan tempat produksi menjadi faktor krusial dalam menentukan standar produk yang dihasilkan.

“Bantuan keramik lantai diberikan sebagai upaya meningkatkan kebersihan dan keamanan tempat produksi pelaku usaha,” ujar Tjhai Chui Mie.

Kondisi lantai yang bersih dan memadai dinilai akan sangat memudahkan para pekerja dalam menjaga kehigienisan lingkungan kerja setiap hari.

Kebersihan lingkungan operasional ini secara otomatis akan berdampak positif pada peningkatan mutu serta kualitas akhir barang jualan.

“Tempat produksi yang bersih akan meningkatkan kualitas produk, memperkuat kepercayaan konsumen, serta mendorong daya saing IKM dan UMKM agar mampu naik kelas,” tambahnya.

Kepercayaan konsumen diyakini akan semakin meningkat seiring dengan terjaminnya sanitasi di lokasi pembuatan makanan atau barang kerajinan.

Pemerintah daerah berharap fasilitas material ini segera diimplementasikan dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima di lokasi masing-masing.

Program distribusi bantuan keramik lantai ini merupakan langkah konkret intervensi negara dalam mendukung kemajuan sektor usaha kecil di daerah.

Keputusan strategis tersebut juga diharapkan mampu mendongkrak daya saing produk lokal asal Singkawang di tengah ketatnya persaingan pasar.

Para pelaku usaha kini dituntut untuk lebih berinovasi dan produktif setelah mendapatkan dukungan perbaikan kelayakan tempat kerja.

(*Red)