Opini  

Lidah Lebih Tajam dari Peluru: Refleksi atas Tragedi Tiga Polisi Gugur di Katingan

Lidah Lebih Tajam dari Peluru: Refleksi atas Tragedi Tiga Polisi Gugur di Katingan/(polres katingan)

PERISTIWA gugurnya tiga anggota Polri di Desa Tumbang Kelemei, Kabupaten Katingan, menjadi contoh yang patut direnungkan.

Saat kabar duka itu muncul, tidak sedikit pihak yang begitu lantang menyebut kejadian tersebut sebagai bukti “kelemahan” aparat dalam menjalankan tugas saat menghadapi Bandar Narkoba.

Terkadang, menilai sebuah peristiwa dengan kacamata kebencian merupakan kekeliruan yang tidak pantas dijadikan tradisi.

Di era media sosial, komentar sering kali lahir lebih cepat daripada fakta. Akibatnya, empati kerap tergeser oleh keinginan untuk menghakimi.

Padahal, bagi masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah, peristiwa itu merupakan duka yang seharusnya direspons dengan rasa kemanusiaan, bukan dengan cemoohan.

Ironi kemudian muncul ketika kepolisian mengumumkan hasil tes urine terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, dan hasilnya menunjukkan adanya temuan positif.

Terlepas dari proses hukum yang masih berjalan, fakta ini mengingatkan bahwa realitas sering kali jauh lebih kompleks daripada penilaian yang terburu-buru.