Dalami Berbagai Masalah MBG, Kemenko Pangan Akan Laporkan ke Presiden Prabowo 1 Bulan ke Depan

BGN secara resmi mencopot 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah provinsi menyusul ditemukannya pelanggaran disiplin, penyimpangan anggaran, hingga kasus keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG)./Dok. Ist

FAKTANASI0NAL.NET – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Bidang Pangan) menyatakan kementeriannya dan pihak terkait mendalami berbagai masalah yang dilaporkan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Langkah ini termasuk mengenai penyalahgunaan titik-titik lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hasil pendalaman itu akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto bulan depan terhitung sejak Rabu (15/7/2026).

“Mengenai MBG, (kami) akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau penyalahgunaan. Kami minta waktu satu bulan, ya satu bulan lagi untuk menyelesaikan, merapikan (tata kelola MBG, red.),” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Bidang Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas).

Pernyataan ini disampaikannya saat jumpa pers setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta pada Rabu (15/7/2026) malam.

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan dua agenda utama, yaitu membahas MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Istana Kepresidenan sekitar empat jam.

Zulhas menyampaikan hasil kajian dan pendalaman itu akan menjadi pijakan untuk merumuskan langkah-langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki tata kelola MBG.

“Langkah-langkah berikutnya kami akan laporkan (kepada) Bapak Presiden untuk nanti diputuskan, diberi arahan seperti apa keputusan akhirnya, tetapi kami akan mengkaji lebih, mendalami satu bulan dari hari ini,” ujarnya.

Pemerintah telah memetakan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan MBG.