Diduga Penculikan, Ternyata Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay Dibawa Ibunya Sendiri ke Malaysia dan Thailand

FAKTANASIONAL.NET – Kabar dugaan penculikan atlet golf, Jesslyn Wijaya Lay (34) di sebuah restoran di Jakarta Pusat (Jakpus) pada Senin (13/7/2026) atau saat perayaan ulang tahun neneknya ternyata dibawa oleh orang suruhan ibunya sendiri.

Pelapor ini adalah seseorang berinisial NA yang merupakan teman Jesslyn Wijaya Lay yang mencabut laporannya di Polres Metro Jakpus setelah muncul kabar temannya berada di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang kemudian terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Selasa (14/7/2026) dilanjutkan ke Bangkok, Thailand.

“Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus, AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan di Polda Metro Jaya pada Jumat (31/7/2027).

Berdasarkan data manifes penerbangan, Jesslyn Wijaya Lay diketahui berangkat ke Malaysia bersama ibu dan tantenya. Calon suami Jesslyn bernama Evan merasakan kejanggalan terkait laporan tersebut.

Evan sempat mengantar Jesslyn Wijaya Lay ke restoran tempat neneknya merayakan ulang tahun untuk memberikan kue. Namun malam itu Jesslyn ‘menghilang’ dan tidak dapat dihubungi. Hasil penyelidikan terbaru mengungkap Jesslyn Wijaya diculik oleh orang suruhan ibunya.

Polres Metro Jakpus mengemukakan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay dibawa beberapa orang dari sebuah restoran di Jakarta Pusat atas suruhan ibunya sendiri. Polisi menduga sang ibu tidak menyetujui hubungan Jesslyn dengan kekasihnya.

“Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” ujar Roby Heri Saputra.

Ibu Jesslyn Wijaya Lay menyuruh beberapa orang untuk menjemput putrinya saat menghadiri acara ulang tahun keluarganya di sebuah restoran di Jakpus. Polisi masih akan mendalami apakah kepergian Jesslyn ini bersifat sukarela atau ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan.

Polres Metro Jakpus sedang berupaya untuk berkomunikasi dengan Jesslyn Wijaya Lay secara langsung. Polisi akan mendalami, apakah kepergian Jesslyn dari restoran Jakpus itu merupakan sukarela atau adanya dugaan tindak pidana berupa penculikan seperti yang dilaporkan

“Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jeslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya,” tuturnya.