FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi pengembangan kawasan produksi pangan baru di Indonesia Timur.
Melalui program Cetak Sawah Rakyat, seluas 1.440 hektare lahan di Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, kini resmi memasuki tahap pertanaman padi yang didukung penuh oleh teknologi mekanisasi dan pendampingan bagi masyarakat lokal.
Penanaman perdana tersebut dilaksanakan pada Senin (3/8) di Lahan Cetak Sawah Moswaren. Luasan 1.440 hektare ini merupakan tahap awal dari total target alokasi cetak sawah seluas 5.000 hektare di Sorong Selatan pada tahun 2025.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperluas sentra produksi pangan sekaligus memacu kemandirian pangan masyarakat Papua.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian di Tanah Papua dirancang untuk membangun kemandirian berbasis potensi lokal.
“Kita ingin membangun kemandirian pangan di seluruh pulau, termasuk Papua. Pangan untuk saudara-saudara kita di Papua harus dipenuhi dari Papua sendiri. Beras, sagu, ubi, dan pangan lokal lainnya harus kita kembangkan bersama masyarakat setempat,” kata Mentan Amran.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP) Kementan, Hermanto, memastikan bahwa seluruh proses pengembangan lahan cetak sawah dilakukan secara inklusif dan menghormati keberadaan hak ulayat.
“Cetak sawah ini kita bangun berdasarkan persetujuan pemegang hak ulayat. Jadi, dari masyarakat untuk masyarakat. Pemerintah memberikan bantuan, memfasilitasi lahan tidur dirubah menjadi sawah yang lebih produktif. Hasilnya pun untuk masyarakat guna meningkatkan kesejahteraannya. Sekali lagi saya sampaikan, tidak ada cetak sawah itu hak ulayatnya dihilangkan atau diambil alih,” ujar Hermanto.
Untuk menunjang produktivitas dan modernisasi, Kementan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana produksi secara komprehensif, meliputi 50 ton benih padi unggul, puluhan unit traktor roda dua dan roda empat, rice transplanter, hingga drone pertanian.
Seluruh operasional lapangan dikelola oleh kelompok-kelompok Brigade Pangan setempat.
Dukungan penuh ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, optimis bahwa hasil panen dari cetak sawah ini mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat luas di Tanah Papua.










