Studi Visa 2026: Liburan Keluarga dan Efisiensi Biaya Dongkrak Pamor Pariwisata RI

Studi Visa 2026: Liburan Keluarga dan Efisiensi Biaya Dongkrak Pamor Pariwisata RI/dok.kompastravel
FAKTANASIONAL.NET – Aspek efisiensi biaya serta momentum liburan bersama keluarga menjadi magnet utama yang menarik minat pelancong internasional untuk berkunjung ke Tanah Air. Tren ini dipaparkan oleh perusahaan pembayaran digital global, Visa (NYSE: V), lewat laporan riset Visa Global Travel Intentions (GTI) 2026 yang dipublikasikan pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Berdasarkan data riset tersebut, lebih dari tiga perempat atau sekitar 77% turis asing yang berwisata ke Indonesia memilih untuk membawa serta keluarga mereka. Faktor keterjangkauan biaya menempati posisi teratas dalam menentukan keputusan berlibur, bahkan melampaui daya tarik keindahan alam maupun variasi kuliner lokal. Di samping itu, keunikan tradisi budaya, opsi liburan premium yang mendalam, serta ketersediaan fasilitas ramah muslim (halal-friendly) turut memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pilihan.
Laporan ini juga merinci bahwa porsi pengeluaran para pelancong asing didominasi oleh tiga kebutuhan krusial, yakni tiket pesawat, penginapan, dan konsumsi, dengan total akumulasi mencapai hampir 60%. Atas dasar data tersebut, Visa mengimbau para pelaku industri kreatif dan pemangku kebijakan pariwisata nasional untuk beralih fokus. Strategi yang awalnya hanya mengejar kuantitas kunjungan, kini perlu diganti dengan upaya mendalam untuk memahami kebutuhan riil para turis selama menetap di Indonesia.
Melalui rilis resminya, perwakilan Visa menjelaskan bahwa Indonesia memiliki daya tarik yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat rekreasi biasa. Dinamika preferensi konsumen yang terus bergeser membuka ruang besar untuk menciptakan ekosistem perjalanan yang terintegrasi sekaligus bernilai tambah. Langkah strategis ini dinilai mampu merangsang wisatawan untuk menjelajahi wilayah baru, memperlama masa liburan, dan menciptakan perputaran ekonomi langsung di tingkat pelaku usaha lokal serta masyarakat sekitar.
Selain memotret pasar domestik, studi ini juga memetakan perilaku warga negara Indonesia (WNI) yang melancong ke luar negeri. Meskipun intensitas perjalanan internasional meningkat, kesiapan infrastruktur transaksi nontunai masih menyisakan kekhawatiran. Sebanyak 48% dari total responden mengaku cemas bahwa aplikasi dompet digital mereka tidak dapat diakses di negara tujuan. Alhasil, demi keamanan finansial selama di perjalanan, sebanyak 59% pelancong lokal memilih untuk tetap membawa uang fisik sebagai dana cadangan.
Menyikapi fenomena ini, Visa menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh mitra strategis. Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan metode pembayaran digital yang aman, efisien, dan bersifat universal, baik bagi wisatawan domestik yang bepergian ke luar negeri maupun turis asing yang datang ke Indonesia.(sak)