3 Perempuan Ditangkap di Bandara Soetta, Kepolisian Malaysia: Mereka Berasal dari Sabah Berusia 30 Sampai 39 Tahun
FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Malaysia mengatakan ketiga perempuan berkewarganegaran Malaysia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), Indonesia pada Senin (3/8/2026) terkait narkotika yang ditangkap di Indonesia itu berasal dari S…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Malaysia mengatakan ketiga perempuan berkewarganegaran Malaysia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), Indonesia pada Senin (3/8/2026) terkait narkotika yang ditangkap di Indonesia itu berasal dari Sabah.
Pihaknya telah menerima informasi dari Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) tentang penangkapan tersebut.
“Ketiga wanita yang ditangkap itu berasal dari Sabah, dan berusia antara 30-39 tahun,” kata Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) pada Kepolisian Malaysia, Datuk Hussein Omar Khan, seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Malay Mail pada Kamis (6/8/2026).
Hasil penyelidikan menunjukkan dua perempuan memiliki catatan kriminal terkait narkoba sebelumnya dan merupakan pengguna narkoba. Jumlah narkoba yang disita oleh POLRI tergolong kecil dan diduga dimaksudkan untuk konsumsi pribadi.
"Penangkapan ketiga wanita ini diketahui tidak terkait dengan kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan penahanan seorang pilot dan seorang pria berusia 22 tahun di Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya, petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Bea Cukai Soetta) mengamankan ketamin milik tiga perempuan warga negara Malaysia, yang baru mendarat dari Kinabalu. Ketiganya diidentifikasi berinisial WLSN, TKL, dan HBN.
Barang haram itu diselundupkan di tas toiletries pada koper, pada dompet, pada bungkusan obat, saku jaket, dan di dalam sepatu yang dikenakan.
Total barang bukti yang didapatkan petugas adalah 0,5 gram abu diduga kokain, 0,3 gram abu diduga kokain, 2 gram bubuk diduga kokain, 4,2 gram pil diduga MDMA, 1,8 gram bubuk diduga ketamin, 2,4 gram pil diduga MDMA, 16,9 gram lintingan tembakau diduga bercampur dengan ketamin, 1,4 gram serbuk putih diduga kokain, 1 pcs cartridge diduga mengandung ketamin.
Rentetan penangkapan terkait narkoba yang melibat warga negara Malaysia di luar negeri, ujar Datuk Hussein Omar Khan, tidak menampik bahwa posisi geografis Malaysia merupakan salah satu faktor yang menjadikannya jalur transit bagi sindikat perdagangan narkoba internasional.
"Sebagian besar sindikat perdagangan narkoba ini berasal dari negara-negara di sebelah utara Malaysia, dan kita menjadi jalur transit bagi mereka untuk bergerak menuju Indonesia, Singapura, Filipina, dan beberapa negara lainnya," ucapnya.
"Oleh karena itu, kita akan memperketat prosedur standar operasi yang ada di titik-titik keluar dan masuk negara ini guna memastikan Malaysia tidak terus-menerus dicap sebagai negara transit narkoba.” (adm)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.