Fakta Nasional

500 Ribu Akun Gmail Palsu Mafia Kelas Kakap Terbongkar, Google Dipanggil Polisi India

FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Gujarat, India, tengah membongkar jaringan kejahatan siber yang memanfaatkan ratusan ribu akun Gmail palsu untuk menyebarkan ancaman bom. Kasus tersebut kini turut menyeret Google karena akun-akun anonim itu diduga dib…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 16 September 2026 📖 2 menit
500 Ribu Akun Gmail Palsu Mafia Kelas Kakap Terbongkar, Google Dipanggil Polisi India
500 Ribu Akun Gmail Palsu Mafia Kelas Kakap Terbongkar, Google Dipanggil Polisi India/(Pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Gujarat, India, tengah membongkar jaringan kejahatan siber yang memanfaatkan ratusan ribu akun Gmail palsu untuk menyebarkan ancaman bom.

Kasus tersebut kini turut menyeret Google karena akun-akun anonim itu diduga dibuat dan digunakan dalam skala yang sangat besar.

Dalam penggerebekan terhadap jaringan tersebut, polisi menangkap dua orang tersangka dan menemukan 513.847 ID serta kata sandi Gmail. Data itu disebut telah digunakan sejak 2022 untuk menjalankan aktivitas jaringan kriminal.

Dikutip dari CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, Rabu (16/9/2026), Kepolisian Gujarat berencana mengirim surat kepada Google untuk meminta perubahan kebijakan keamanan agar celah yang dimanfaatkan sindikat tersebut tidak kembali digunakan.

“Kami akan menyurati Google dan meminta mereka melakukan perubahan kebijakan agar celah pengamanan ini tidak bisa lagi dilewati begitu saja,” tegas Vivek Bheda, pejabat senior kejahatan siber Kepolisian Gujarat.

Bheda juga menyebut Google berpotensi menjadi subjek investigasi formal dalam waktu dekat. Sampai berita ini diturunkan, Google belum memberikan tanggapan resmi mengenai penyelidikan tersebut. .

Belum diketahui pula apakah perusahaan akan menghadapi sanksi hukum atau denda.

Penyelidikan bermula setelah email berisi ancaman bom diterima sejumlah kantor pemerintahan pada 10 September 2026. Waktu tersebut berdekatan dengan pelaksanaan KTT BRICS di New Delhi.

Ancaman tidak hanya diarahkan kepada India, tetapi juga sejumlah negara yang menjadi mitra kerja sama selama agenda internasional tersebut. Polisi kemudian menemukan bahwa seluruh ancaman ternyata palsu.

Namun, penyidikan justru membuka fakta lain. Salah satu tersangka diketahui melakukan transaksi dengan pembeli asal Bangladesh. Pembelian akun Gmail palsu tersebut bahkan sebagian dibayar menggunakan mata uang kripto.

Hal yang membuat penyidik semakin mempertanyakan modus sindikat adalah kondisi akun-akun tersebut. Ratusan ribu akun Gmail yang ditemukan ternyata telah dilengkapi autentikasi dua faktor atau two-factor authentication.

Fitur tersebut merupakan mekanisme keamanan yang dirancang untuk memperkuat perlindungan akun pengguna. Karena itu, kemampuan sindikat mengoperasikan akun dalam jumlah masif sekaligus melewati berbagai lapisan keamanan menjadi salah satu fokus penyelidikan.

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kejahatan siber di India. Kerugian akibat berbagai modus penipuan finansial di negara tersebut disebut telah mencapai lebih dari US$2 miliar atau sekitar Rp35 triliun setiap tahun.

Kini, polisi Gujarat tidak hanya mengejar pelaku di balik jaringan akun palsu, tetapi juga menelusuri bagaimana celah keamanan dapat dimanfaatkan untuk menjalankan operasi kriminal berskala besar.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK