Fakta Nasional

Abaikan Desakan Trump, Netanyahu Tolak Mentah-mentah Gencatan Senjata dengan Iran!

FAKTANASIONAL.NET - Tensi panas di kawasan Timur Tengah tampaknya masih jauh dari kata damai. Secara mengejutkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terang-terangan menolak usulan gencatan senjata yang tengah didorong secara intensif…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 10 April 2026 📖 1 menit
Abaikan Desakan Trump, Netanyahu Tolak Mentah-mentah Gencatan Senjata dengan Iran!
(Dok. Ist)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Tensi panas di kawasan Timur Tengah tampaknya masih jauh dari kata damai.

Secara mengejutkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terang-terangan menolak usulan gencatan senjata yang tengah didorong secara intensif oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Penolakan keras ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat tajam antara militer Israel dan Iran, memicu kekhawatiran global akan meletusnya perang terbuka berskala besar di kawasan tersebut.

Sikap keras kepala Netanyahu didasari oleh keyakinannya terhadap posisi militer negaranya saat ini. Melalui sebuah pernyataan video yang diunggah di kanal YouTube IsraeliPM pada Kamis, 9 April 2026, ia menegaskan superioritas pasukannya.

"Iran lebih lemah dari sebelumnya, dan Israel lebih kuat dari sebelumnya. Inilah inti dari kampanye militer ini hingga saat ini. Dan saya ingin mengklarifikasi: kita masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan," ujar Netanyahu secara provokatif.

Ia lebih jauh menegaskan bahwa operasi militer terhadap pasukan Iran sama sekali belum usai dan akan terus digenjot. Terdapat sejumlah target strategis vital yang masih masuk dalam daftar misi yang harus segera diselesaikan oleh militer Israel.

Netanyahu menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pertempuran tanpa ragu kapan pun dibutuhkan. "Jari kami sudah di pelatuk," tegasnya memberi peringatan.

Di sisi lain, upaya diplomasi terus diupayakan oleh pihak Amerika Serikat. Jurubicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, sebelumnya sempat memaparkan bahwa Presiden Donald Trump sangat mendorong langkah penghentian sementara seluruh pertempuran senjata.

Upaya ini diklaim sebagai langkah krusial untuk meredakan ketegangan militer sekaligus membuka ruang negosiasi yang aman antar pihak.

Salah satu tuntutan strategis yang krusial dalam pusaran konflik ini adalah jaminan pembukaan Selat Hormuz untuk jalur pelayaran. Leavitt menyebut negosiasi tingkat tinggi ini akan berlangsung selama dua minggu ke depan secara tertutup.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK