Fakta Nasional

Ahmad Vahidi: Sang Pengendali Nyata Iran yang Tak Tersentuh Intelijen AS dan Israel

FAKTANASIONAL.NET - Pemimpin ril Iran saat ini. Jenderal Ahmad Vahidi. Komandan Umum IRGC. Sejak Awal perang, Vahidi tidak pernah terlihat, bahkan tidak pernah berbicara kepada media sampai hari ini. Dia benar benar tidak berperang dengan retorika,…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 26 April 2026 📖 2 menit
Ahmad Vahidi: Sang Pengendali Nyata Iran yang Tak Tersentuh Intelijen AS dan Israel
Ahmad Vahidi: Sang Pengendali Nyata Iran yang Tak Tersentuh Intelijen AS dan Israel/(FB::Tengku Zulkifli Usman)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pemimpin ril Iran saat ini. Jenderal Ahmad Vahidi. Komandan Umum IRGC.

Sejak Awal perang, Vahidi tidak pernah terlihat, bahkan tidak pernah berbicara kepada media sampai hari ini.

Dia benar benar tidak berperang dengan retorika, dia benar benar bermain strategi dan catur perang di belakang. Kehancuran AS dan Israel saat ini salah satunya adalah hasil arahannya di belakang layar

Melihat rekam jejaknya, Vahidi saat ini adalah tokoh militer sentral di tubuh IRGC, sosok paling senior soal jam terbang di lapangan, kalau mau dilihat dari sisi kapasitas dan kapabilitas.

AS dan Israel saat ini masih belum memulai perang kembali setelah ceasefire, salah satu alasannya adalah belum menemukan momentum untuk membunuhnya. Sumber Intelijen menyebut seperti ini.

Memulai perang kembali dengan Iran tanpa berhasil membunuhnya adalah sia sia. Ahmad Vahidi saat ini memegang kendali seluruh kekuatan IRGC dan menentukan setiap detail keputusan Iran dalam perang maupun soal negosiasi dengan AS.

Vahidi juga yang saat ini mengontrol semua informasi intelijen, militer, dan para pejabat tinggi Iran. Dia yang menentukan siapa yang bernegosiasi dan apa isi negosiasi dengan AS.

Dia juga yang saat ini merawat pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang masih dalam proses penyembuhan dibawah supervisi IRGC. Vahidi juga yang menentukan nasib Selat Hormuz.

AS saat ini tidak sedang bernegosiasi dengan presiden Iran, Menlu Iran, ketua parlemen Iran. DII. Tapi sebenarnya AS sedang bernegosiasi dengan Vahidi yang mengatur semua di belakang layar.

AS tidak diberikan akses untuk melakukan komunikasi dengan Vahidi secara langsung, itulah kenapa, AS sulit mendapatkan kepastian negosiasi apapun dengan Iran. Karena Vahidi sama sekali tidak mau bernegosiasi langsung dengan AS.

IRGC saat ini tidak memprioritaskan negosiasi apapun dengan AS, pilihan utama Iran adalah perang sampai AS dan Israel dikalahkan di wilayah itu dan angkat kaki.

Apapun usaha Trump dan Netanyahu untuk bernegosiasi dengan Iran akan gagal, karena pilihan utama IRGC dan Vahidi adalah perang bukan damai.

IRGC dan Vahidi solid memilih jalur perlawanan, Vahidi menegaskan kembali bahwa Iran akan melanjutkan program nuklir dan balistik, tidak peduli AS setuju atau tidak, AS terima atau tidak.

Semua koar koar Trump saat ini tidak ada harganya di depan IRGC, Vahidi konsisten mempertahankan hak hak Iran dan tidak akan mundur dengan tekanan apapun dari pihak manapun.

Vahidi belum tersentuh dan sangat sulit tersentuh, selain keamanan yang super ketat, dia terkenal sangat sulit dijangkau dari dulu. Jangankan AS, tidak semua pejabat tinggi Iran juga tau dimana Vahidi berada dan apa yang sedang direncanakan olehnya dan IRGC untuk langkah konfrontasi lanjutan dengan AS.

Vahidi garis keras, penjaga revolusi Islam Iran, dan salah satu jenderal besar Iran saat ini yang masih tersisa. Dia partner alm Qassem Soleimani dalam segala aktivitas IRGC beberapa tahun lalu.

Dia sosok non kompromi, maka AS atau Trump lebih baik tidak berharap banyak untuk bisa menundukkan Iran dengan negosiasi. Jalan Vahidi adalah jalan perang sampai menang.

Facebook Tengku Zulkifli Usman | Pengamat Geopolitik


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK