Fakta Nasional

Amerika Serikat dan China Tak Beri Kontribusi, PBB Akan Kehabisan Dana Bulan September Nanti

FAKTANASIONAL.NET - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan kehabisan dana tunai pada Agustus dan sedang menunggu kontribusi untuk beroperasi seusai September," kata Asisten Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Perencanaan Program, Keuangan, dan Ang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 02 July 2026 📖 1 menit
Amerika Serikat dan China Tak Beri Kontribusi, PBB Akan Kehabisan Dana Bulan September Nanti

FAKTANASIONAL.NET - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan kehabisan dana tunai pada Agustus dan sedang menunggu kontribusi untuk beroperasi seusai September," kata Asisten Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Perencanaan Program, Keuangan, dan Anggaran, Chandramouli Ramanathan pada Rabu (1/7/2026).

"Dalam anggaran reguler, kami juga hampir tidak memiliki dana tunai. Kami tidak memiliki dana tunai setelah Agustus, September. Uang sudah habis. Kami menunggu pengumpulan dana untuk bertahan setelah September," katanya.

"Jadi, apa pun yang terjadi, kemungkinan besar kita akan mengakhiri tahun ini dengan nol dana tunai, yang berarti hampir tidak bisa bertahan dengan anggaran yang dikurangi.”

PBB akan menghadapi krisis pada September 2026, kecuali Amerika Serikat (AS) dan China membayar kontribusi mereka, tetapi jika mereka membayar, maka dana akan habis pada akhir 2026.

"Jika salah satu dari mereka tidak membayar tepat waktu, kita akan menghadapi sedikit krisis pada September. Tetapi jika mereka tidak membayar sama sekali atau membayar kurang dari jumlah semula, maka kita akan menghadapi sedikit tantangan di akhir tahun," ujarnya.

"Namun, bahkan jika keduanya membayar, kita akan mengakhiri tahun dengan hampir semua uang tunai kita habis.” (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK