Fakta Nasional

Arab Saudi dan AS Gempur Milisi Pro-Iran di Irak, Serangan Drone ke Kilang Minyak Jadi Pemicu

FAKTANASIONAL.NET - Arab Saudi bersama Amerika Serikat melancarkan operasi militer gabungan terhadap sejumlah sasaran milisi yang didukung Iran di Irak. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas rentetan serangan pesawat nirawak (drone) yang s…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 30 July 2026 📖 1 menit
Arab Saudi dan AS Gempur Milisi Pro-Iran di Irak, Serangan Drone ke Kilang Minyak Jadi Pemicu
Arab Saudi dan AS Gempur Milisi Pro-Iran di Irak, Serangan Drone ke Kilang Minyak Jadi Pemicu/(REUTERS)

FAKTANASIONAL.NET - Arab Saudi bersama Amerika Serikat melancarkan operasi militer gabungan terhadap sejumlah sasaran milisi yang didukung Iran di Irak.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas rentetan serangan pesawat nirawak (drone) yang sebelumnya menargetkan fasilitas perminyakan di wilayah Arab Saudi.

Dikutip dari Republika 29/7/2026. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan operasi tersebut dijalankan bersama Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dengan dasar hak membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Juru Bicara Militer Saudi, Turki al-Maliki, merujuk pada pernyataan kementerian yang dirilis pada Senin dan Selasa terkait keberhasilan sistem pertahanan udara mencegat sejumlah drone yang diluncurkan dari wilayah Irak oleh milisi pro-Iran.

Menurutnya, sasaran operasi berada di wilayah Republik Irak dan berkaitan langsung dengan serangan terhadap infrastruktur energi Kerajaan Saudi.

"Arab Saudi tidak menginginkan eskalasi, namun akan merespons setiap agresi yang ditujukan kepadanya," ujar al-Maliki, dikutip dari Republika.

CENTCOM menyatakan jet tempur AS dan Arab Saudi menyerang sejumlah lokasi logistik serta gudang persenjataan milisi di Irak timur.

Operasi itu disebut sebagai balasan atas lebih dari 30 serangan drone yang, menurut Washington, diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam 72 jam terakhir.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Republika, CENTCOM juga mengungkap bahwa kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran telah mencoba melancarkan lebih dari 600 serangan terhadap warga negara maupun fasilitas Amerika Serikat sejak Februari hingga April.

Di sisi lain, pemerintah Irak melalui Perdana Menteri Ali al-Zaidi memerintahkan penyelidikan atas dugaan peluncuran drone dari wilayahnya dan berjanji menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Sementara itu, seorang pejabat militer Iran kepada IRIB membantah keterlibatan Teheran.

"Mengaitkan tindakan apa pun yang menargetkan kepentingan AS di kawasan ini dengan Republik Islam Iran merupakan kesalahan perhitungan besar dan mencerminkan kurangnya pemahaman mengenai situasi di kawasan tersebut," ujar pejabat tersebut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK