Arah Baru Aturan Ekspor Chip AI AS ke China
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Sejak era Presiden Joe Biden, Amerika Serikat memberlakukan pembatasan ekspor chip AI ke China untuk mencegah potensi militerisasi kecerdasan buatan. Kini, pemerintahan Trump tengah merombak total regulasi tersebut…
Dengarkan Ringkasan
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Sejak era Presiden Joe Biden, Amerika Serikat memberlakukan pembatasan ekspor chip AI ke China untuk mencegah potensi militerisasi kecerdasan buatan.
Kini, pemerintahan Trump tengah merombak total regulasi tersebut agar lebih sederhana dan efektif. Juru bicara Kementerian Perdagangan AS menyebut aturan baru akan menutup celah pengelabuan dan memperkuat dominasi teknologi AS.
Regulasi Biden membagi negara ke dalam tiga tier: 17 negara tier 1 mendapat akses tanpa batas, 120 negara tier 2 diatur kuota dan regulasi tertentu, dan sisanya masuk tier 3 dengan pembatasan maksimal.
Menurut pemerintahan Trump, sistem tier terlalu birokratis dan sulit ditegakkan. Oleh karena itu, konsep “lisensi global” dengan kesepakatan pemerintah-ke-pemerintah tengah digodok untuk pengaturan akses chip AI.
Aturan baru akan menyederhanakan prosedur perizinan ekspor chip AI, tanpa membedakan level negara. Hal ini bertujuan mempercepat keputusan dan menutup celah penyelundupan teknologi mutakhir.
“Aturan AI pemerintahan Biden terlalu kompleks, dengan birokrasi yang ribet. Aturan itu cuma akan menghambat inovasi di AS,” ujar juru bicara Kementerian Perdagangan AS, dikutip dari Reuters, Jumat (9/5/2025).
Pekan lalu, pemerintahan Trump mengumumkan larangan ekspor chip H20 Nvidia ke China—chip khusus yang dirancang agar Nvidia tetap bisa menjual produknya sesuai regulasi Biden.
Kini, kebijakan tersebut diperketat dengan target menutup setiap celah impor chip canggih oleh China. Belum diketahui kapan aturan baru ini akan resmi berlaku, tetapi fokus pemerintah adalah mempertahankan keunggulan komputasi AI AS dan sekutunya.
Perombakan aturan ekspor chip AI ini menjadi salah satu kebijakan penting dalam persaingan teknologi global.
Langkah Trump dinilai sebagai upaya mempertahankan keunggulan AS sekaligus mengantisipasi perkembangan pesat AI di China. Kita tunggu efektivitas kebijakan baru ini dalam beberapa bulan mendatang.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.