Fakta Nasional

AS Gempur Infrastruktur Sipil Iran

HORMUZ, FAKTANASIONAL.NET - Tengku Zulkifli Usman, Pengamat Geopolitik Internasional, menyebut Amerika Serikat semakin gencar melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran. "Jembatan, Jalan, pembangkit listrik tenaga nuklir, sumber air dll. I…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 21 July 2026 📖 2 menit
AS Gempur Infrastruktur Sipil Iran
/Dok. Scsht instagram.

HORMUZ, FAKTANASIONAL.NET - Tengku Zulkifli Usman, Pengamat Geopolitik Internasional, menyebut Amerika Serikat semakin gencar melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran.

"Jembatan, Jalan, pembangkit listrik tenaga nuklir, sumber air dll. Ini jelas jelas sebuah kejahatan perang luar biasa, dan AS lah yang memulainya," kata Zulkifli dalam ulasannya, Selasa (21/7/2026).

Zulkifli mengatakan, Presiden AS, Donald Trump ingin menekan Iran dengan cara merusak infrastruktur sipil. Ini karena AS kehabisan cara berurusan dengan Iran sampai saat ini.

Pasca-hantaman balistik dan drone Iran ke basis basis militer AS di negara-negara teluk yang menewaskan tentara AS, Trump terus melancarkan serangan ke infrastruktur sipil di Iran.

Sebagai balasannya, Iran juga merudal infrastruktur sipil di negara negara teluk. Terbaru, Iran menghancurkan pembangkit listrik di Kuwait. Selain fasilitas militer AS adalah target utama.

"Bagi yang masih terus bertanya kenapa Iran menyerang negara teluk? Itu karena AS melancarkan serangan ke Iran melalui negara teluk," tegas Zulkifli.

AS menghancurkan infrastruktur Iran dengan serangan yang dilakukan lewat negara teluk, banyak serangan AS ke Iran dalam sepekan ini dilakukan via Kuwait, Jordan, Bahrain, dan UAE.

Negara-negara teluk terus memberikan akses ke AS untuk meluncurkan Cruise Missile ke Iran untuk menghancurkan infrastruktur Iran.

"Ini bukan pertama kali AS melakukan serangan lewat negara teluk, bahkan serangan ke sekolah SD di Iran di awal perang 40 hari lalu diluncurkan AS lewat Bahrain," ungkap Zulkifli.

Dengan situasi seperti ini, jelas Zulkifli, Iran memiliki legitimasi yang sah untuk menargetkan semua fasilitas yang ada di negara teluk, baik fasilitas umum maupun militer.

Selama negara teluk masih terus memberikan akses ke AS untuk menyerang Iran, maka negara teluk sah menjadi target Iran walaupun negara teluk tidak menyerang Iran.

Iran saat ini telah mewarning negara teluk, terutama Bahrain, Kuwait, Jordan, dan UAE. Bahwa Iran akan menghancurkan semua fasilitas infrastruktur sipil di negara negara itu jika AS melanjutkan serangan ke infrastruktur sipil di Iran.

"Jika Trump berharap Iran menyerah atau mau membuka Selat Hormuz dengan menyerang fasilitas sipil, maka itu salah besar, Iran tidak akan menyerah, dan akan terus menggempur negara negara teluk Arab selama tanah mereka masih diizinkan dipakai oleh AS untuk melakukan serangan ke Iran. Sampai kapanpun itu akan terus dilakukan Iran sampai AS berhenti," tuntas Zulkifli.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK