Fakta Nasional

AS Minta Bantuan 3 Negara untuk Tawarkan Gencatan Senjata, Iran Menolak

SAAT ini, Amerika Serikat (AS) telah meminta Turki, Oman, dan Qatar untuk mengirim proposal ke Iran meminta gencatan senjata. Tapi Iran menolak dan berikrar akan terus melanjutkan perang. Pesan dari Turki, dkk saat ini tidak digubris oleh Iran. Utus…

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 11 March 2026 📖 1 menit
AS Minta Bantuan 3 Negara untuk Tawarkan Gencatan Senjata, Iran Menolak
Kondisi sebagian kawasan Israel yang hancur di bombardir Iran/Facebook Tengku Zulkifli Usman.

SAAT ini, Amerika Serikat (AS) telah meminta Turki, Oman, dan Qatar untuk mengirim proposal ke Iran meminta gencatan senjata.

Tapi Iran menolak dan berikrar akan terus melanjutkan perang. Pesan dari Turki, dkk saat ini tidak digubris oleh Iran.

Utusan khusus Trump Steve Witkoff juga sudah berupaya ingin menghubungi Menlu Iran Abbas Araghchi. Tapi saat ini juga tidak ada jawaban.

Trump sedang berupaya keras untuk mengakhiri perang ini, tapi sikap Iran saat ini firm menolak perang berhenti. Trump sekarang masuk perangkap perang yang tidak akan bisa dia menangkan dan tidak bisa juga dia akhiri.

Informasi Israel saat ini menyebutkan, stok rudal pencegat Balistik Israel saat ini terus menipis. Dari Arrow, David Sling, Patriot, dll semua sedang menipis. Sedangkan Iron Dome hanya mampu mencegat roket bukan mencegat balistik.

Kalau perang tidak berhenti dan Israel kehabisan rudal pencegat. Ini akan jadi game over bagi Israel. Retorika Trump saat ini yang menyebut telah mengalahkan Iran semua bertolak belakang dengan fakta di lapangan.

Foto foto di atas adalah hanya sebagian kecil dari foto foto kerusakan di Israel selama perang ini .[***]

Penulis: Tengku Zulkifli Usman, Pengamat Geopolitik Internasional.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK