Fakta Nasional

AS Pulihkan Staf Diplomatik di Timur Tengah, Sejumlah Kedutaan Kembali Beroperasi Penuh

FAKTANASIONAL.NET - Amerika Serikat (AS) bersiap mengembalikan personel diplomatiknya ke sejumlah kedutaan besar di Timur Tengah setelah sebelumnya melakukan penarikan staf akibat perang dengan Iran. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangka…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 27 August 2026 📖 1 menit
AS Pulihkan Staf Diplomatik di Timur Tengah, Sejumlah Kedutaan Kembali Beroperasi Penuh
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Amerika Serikat (AS) bersiap mengembalikan personel diplomatiknya ke sejumlah kedutaan besar di Timur Tengah setelah sebelumnya melakukan penarikan staf akibat perang dengan Iran.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan serta kebutuhan diplomasi Washington di kawasan.

Dikutip dari SINDOnews, Rabu, 26 Agustus 2026, keputusan tersebut diketahui dari sumber-sumber yang memahami persoalan sebagaimana dilaporkan Reuters.

Menurut sumber yang dikutip Reuters, perwakilan diplomatik AS di Israel, Yordania, dan Oman diperkirakan kembali menjalankan aktivitas dengan jumlah staf penuh.

Sementara itu, jumlah personel di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan Lebanon akan dibatasi hingga 85 persen. Adapun kedutaan AS di Irak, Kuwait, dan Bahrain akan beroperasi dengan kapasitas staf maksimal 75 persen.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut merupakan bagian dari evaluasi terbaru Washington terhadap kondisi keamanan di Timur Tengah.

“Berdasarkan penilaian terbaru kami, kami menyesuaikan komposisi staf di pos-pos tertentu di Timur Tengah untuk memastikan kami dapat terus memajukan tujuan kebijakan luar negeri AS sembari tetap menjaga keselamatan dan keamanan personel kami,” ujar juru bicara tersebut kepada Reuters.

Washington sebelumnya menarik sebagian personelnya setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Situasi keamanan kemudian berdampak pada sejumlah fasilitas diplomatik AS di kawasan Teluk.

Beberapa perwakilan diplomatik bahkan sempat menjadi sasaran serangan Iran. Kedutaan Besar AS di Kuwait juga pernah ditutup sementara akibat meningkatnya risiko keamanan.

Rencana pemulihan staf tersebut menunjukkan AS mulai menyesuaikan kembali kehadiran diplomatiknya di Timur Tengah, meski pembatasan personel di sejumlah negara masih diberlakukan sebagai langkah mitigasi keamanan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK