Fakta Nasional

Asia Terjepit Krisis Energi: Perang Iran Paksa Negara Importir Kuras Cadangan Devisa

FAKTANASIONAL.NET - Kawasan Asia kini tengah menghadapi ancaman resesi energi yang serius akibat eskalasi perang Iran yang tak kunjung mereda. Berdasarkan laporan dari Reuters, gangguan pasokan minyak mentah telah memaksa Bank Pembangunan Asia (ADB)…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 07 May 2026 📖 1 menit
Asia Terjepit Krisis Energi: Perang Iran Paksa Negara Importir Kuras Cadangan Devisa
Amerika Serikat terus memperketat blokade maritim terhadap Iran dan tercatat telah mengalihkan sedikitnya 115 kapal komersial yang mencoba mengakses pelabuhan Teheran./(fkn)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kawasan Asia kini tengah menghadapi ancaman resesi energi yang serius akibat eskalasi perang Iran yang tak kunjung mereda.

Berdasarkan laporan dari Reuters, gangguan pasokan minyak mentah telah memaksa Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi regional menjadi 4,7%, diiringi lonjakan inflasi yang diperkirakan mencapai 5,2%.

Penutupan Selat Hormuz selama dua bulan terakhir menjadi biang keladi utama, mengingat jalur ini mengontrol seperlima pasokan energi dunia.

Data dari Kpler mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan, di mana impor minyak ke Asia anjlok hingga 30% pada April 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini mencapai titik terendah sejak satu dekade terakhir. Negara-negara seperti India harus menanggung beban fiskal yang luar biasa besar; sektor pengilangan mereka harus merugi hingga 100 rupee per liter demi menjaga stabilitas harga domestik agar tidak memicu kerusuhan sosial

Hanna Luchnikava-Schorsch dari S&P Global Market Intelligence mencatat bahwa strategi utama pemerintah di Asia saat ini adalah "pasang badan" dengan memberikan subsidi besar-besaran.

Namun, langkah ini menguras ruang fiskal, terutama bagi negara dengan ekonomi rentan seperti Pakistan dan Bangladesh.

Di sisi lain, mata uang regional seperti Rupiah, Peso, dan Rupee terus melemah tajam terhadap Dolar AS, yang semakin mempermahal biaya impor energi.

Indonesia sendiri mengambil kebijakan proteksionis dengan memprioritaskan pasar domestik dan mulai mencari sumber pasokan baru dari Afrika hingga Rusia untuk menggantikan minyak Timur Tengah.

Sementara itu, Jepang telah mulai melepas 36 juta barel cadangan minyak nasionalnya sebagai upaya terakhir menjaga stabilitas industri dalam negeri.

Meskipun Goldman Sachs menilai ada ketahanan struktural yang terlihat, menipisnya stok penyangga di berbagai negara memberikan peringatan keras akan ketidakpastian ekonomi di sepanjang tahun 2026.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK