Fakta Nasional

Awas Ancaman Hantavirus di Indonesia! Kenali Gejala yang Mirip Demam Berdarah Ini

FAKTANASIONAL.NET - Masyarakat di berbagai pelosok Tanah Air kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra seiring dengan munculnya laporan infeksi Hantavirus di sejumlah wilayah. Penyakit zoonosis yang utamanya ditularkan melalui hewan penger…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 21 May 2026 📖 2 menit
Awas Ancaman Hantavirus di Indonesia! Kenali Gejala yang Mirip Demam Berdarah Ini

FAKTANASIONAL.NET - Masyarakat di berbagai pelosok Tanah Air kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra seiring dengan munculnya laporan infeksi Hantavirus di sejumlah wilayah.

Penyakit zoonosis yang utamanya ditularkan melalui hewan pengerat ini tengah menjadi sorotan tajam di kalangan pakar kesehatan, mengingat gejalanya yang sangat mengecoh dan kerap disalahartikan sebagai penyakit infeksi musiman biasa.

Dalam bincang-bincang siniar EdShareOn yang dipandu oleh Eddy Wijaya pada Rabu (20/05/2026), Epidemiolog sekaligus Profesor dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masdalina Pane, membedah karakteristik unik dari infeksi mematikan ini, dilansir dari RMOL.

Menurut Masdalina, gejala awal Hantavirus sangatlah tidak spesifik. Pada pasien anak-anak, suhu tubuh bisa melonjak drastis hingga 38,5°C, namun pada orang dewasa, tanda demamnya seringkali tidak terlalu kentara. Keluhan lain umumnya berkisar pada mual, muntah, serta nyeri hebat pada area otot dan persendian.

Tantangan terbesar bagi para tenaga medis adalah kecepatan perburukan kondisi pasien. Masdalina menjelaskan bahwa saat memasuki fase kritis, gejalanya sangat identik dengan Demam Berdarah Dengue (DBD), di mana terjadi infiltrasi plasma ke jaringan tubuh yang berujung pada gagal ginjal akut dalam hitungan jam.

Di titik krusial inilah, insting klinis dokter sangat diuji karena gagal ginjal sejatinya bukanlah penyakit yang bisa muncul secara mendadak tanpa ada pemicu infeksi berat yang mendasarinya.

Meski terdengar menakutkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa strain Hantavirus yang menyebar di Indonesia saat ini memiliki karakteristik yang lebih ringan dibandingkan varian di negara lain.

Berita baiknya, transmisi di Indonesia tercatat murni berasal dari paparan hewan ke manusia. Ini sangat kontras dengan varian mematikan seperti strain Andes di Amerika Selatan, yang mana di Argentina saja dapat menjangkiti hingga 70 kasus per tahun dan terbukti mampu menular antarmanusia. Kasus di Tiongkok dan Korea Selatan bahkan bisa menembus ribuan per tahunnya.

Berdasarkan data termutakhir yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk periode 2024 hingga 2026, tercatat telah terjadi 23 kasus infeksi Hantavirus di dalam negeri.

Dari total angka tersebut, penanganan medis terbukti cukup efektif dengan 20 pasien dinyatakan sembuh total, sementara 3 kasus lainnya berujung pada kematian. Pemerintah terus mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari kontak dengan tikus pembawa virus.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK