Fakta Nasional

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Tegaskan Kesetiaan dan Ancam Somasi

FAKTANASIONAL.NET - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah tuduhan keterlibatannya dalam kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.  Ia menegaskan tidak pernah mengkhianati kepercayaan dan meminta aparat penegak hu…

Penulis: Adit Sunday, 08 November 2026 📖 2 menit
Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Tegaskan Kesetiaan dan Ancam Somasi
Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Tegaskan Kesetiaan dan Ancam Somasi/ig

FAKTANASIONAL.NET - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah tuduhan keterlibatannya dalam kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. 

Ia menegaskan tidak pernah mengkhianati kepercayaan dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas informasi yang beredar.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan DPD Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pihak-pihak yang dinilai memanfaatkan ruang demokrasi untuk menyebarkan kabar yang menyudutkan dirinya.

Bahlil menyinggung isu mengenai dugaan pertemuan seorang ketua umum partai politik dengan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah pihak lainnya, tiga jam sebelum penangkapan dilakukan. Dalam kasus penyadapan tersebut, empat perwira tinggi Polri telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Listyo Sigit.

"Kita ini negara demokrasi. Tapi masih ada pihak-pihak yang memanfaatkan ruang demokrasinya itu dengan kebablasan. Tiba-tiba ada satu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu yang mengatakan 3 jam sebelum para jenderal-jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka," kata Bahlil.

Bahlil mengaku heran dengan tuduhan yang mengaitkan dirinya dalam perkara tersebut. Menurutnya, tuduhan itu tidak masuk akal karena dirinya juga mengaku menjadi korban penyadapan ilegal.

"Jadi ini mereka ingin membangun persepsi, seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap. Abuleke ini, asli abuleke, ini asli ilmu abu leke ini. Kreatif dikit gitu lho," ujarnya.

Ia kemudian meminta Polri membuka fakta mengenai dugaan pertemuan tersebut. Bahlil menegaskan tidak pernah mengikuti rapat sebagaimana informasi yang beredar.

"Jadi saya memohon kepada pihak-pihak yang sengaja menebar hoax terus, disampaikan secara jelas. Dan saya minta kepada aparat penegak hukum, khususnya kepada Polri, ini untuk mengusut tuntas. Kalau memang ada rapat itu, siapa aja, dibuka saja, karena saya merasa tidak pernah melakukan itu," tegasnya.

Selain meminta penyelidikan, Bahlil juga memperingatkan pihak yang menyebarkan tuduhan agar memberikan klarifikasi. Ia memberikan tenggat waktu 3x24 jam sebelum mengambil langkah hukum melalui somasi.

"Tapi tuduhannya kan, awalnya aku nggak mau pusing. Tapi tuduhannya ke sini kan sosmed ini kan gila sekali, udah kemana-mana ini barang. Dan saya kasih waktu, sehabis ini saya akan somasi orang-orang itu, saya akan kasih waktu 3x24 jam, saya akan kasih somasi. Kalau tidak, ya negara kita negara hukum, saya akan menempuh jalur hukum," katanya.

Bahlil tidak menyebutkan identitas pihak yang dimaksud. Namun, ia memberikan petunjuk dengan menyebut seorang senior yang kerap berbicara dalam podcast dan menggunakan kacamata.

Ia meminta pihak tersebut membuktikan tuduhannya. Bahlil menilai penyebaran informasi yang membangun persepsi negatif tanpa kejelasan merupakan tindakan yang tidak sehat dan berbahaya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK