Fakta Nasional

BI Rate Naik Jadi 5,75%, Ini Strategi Jitu Amankan Cicilan KPR Agar Tak Jebol

FAKTANASIONAL.NET – Kabar kurang sedap menghampiri para pemburu hunian impian. Cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berpotensi merangkak naik imbas keputusan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) hing…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 20 June 2026 📖 2 menit
BI Rate Naik Jadi 5,75%, Ini Strategi Jitu Amankan Cicilan KPR Agar Tak Jebol
Menkeu menegaskan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp400 triliun di perbankan telah diperhitungkan secara matang guna menjaga stabilitas ekonomi./Dok. Jawapos
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Kabar kurang sedap menghampiri para pemburu hunian impian.

Cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berpotensi merangkak naik imbas keputusan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga kini bertengger di level 5,75 persen.

Secara akumulatif, BI Rate telah melonjak sebesar 1 persen setelah sebelumnya sempat bertahan selama tujuh bulan di level 4,75 persen.

Langkah agresif ini diambil bank sentral sebagai benteng untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan laju inflasi domestik.

Kenaikan ini tak pelak memicu keresahan. Pertanyaannya, apakah mimpi memiliki rumah sendiri masih mungkin terwujud di tengah bayang-bayang cicilan KPR yang semakin mencekik?

Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate otomatis akan menaikkan suku bunga pinjaman perbankan.

Baca Juga: KKP Segel Aktivitas Reklamasi Tiga Perusahaan di Morowali Akibat Tak Kantongi Izin PKKPRL

Dampak ini akan sangat dirasakan oleh nasabah KPR yang sudah memasuki masa bunga mengambang (floating) maupun mereka yang baru mau mengajukan cicilan.

"Kemampuan jumlah hutang yang diberikan jadi lebih kecil karena bank akan melihat besarnya bunga dan kemampuan membayar, sementara penghasilan masyarakat tetap," ujar Tejasari, Jumat (19/6).

Lantas, bagaimana menyiasatinya? Berikut adalah rangkuman strategi cerdas dari para perencana keuangan agar KPR tetap aman dan tidak membebani kantong Anda:

1. Sesuaikan Harga Rumah dengan Kemampuan Riil

Sebelum melirik unit rumah, hitung dengan cermat kemampuan bayar Anda. Tejasari mengingatkan agar porsi cicilan KPR maksimal hanya sepertiga atau sekitar 33 persen dari total gaji bulanan.

"Untuk yang penghasilannya tidak tetap, batas tersebut sebaiknya diturunkan ke 25-30 persen penghasilan rata-rata agar ketika penghasilan turun, pembayaran cicilan tetap terbayar," terangnya. Ia juga menyarankan untuk memperbesar alokasi uang muka (Down Payment/DP) agar pokok utang dan cicilan bulanan menjadi lebih ringan.

2. Celi Membandingkan Bunga Fixed dan Floating

Jangan asal pilih bank. Calon debitur harus super jeli membandingkan program bunga tetap (fixed) dan mengambang (floating) yang ditawarkan oleh perbankan.

"Bandingkan program bunga fixed dan floating yang ditawarkan bank. Semakin panjang bunga fixed maka semakin nyaman pembayarannya buat kita," ungkap Tejasari.

3. Turunkan Ego, Cari yang Paling Realistis

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andy Nugroho, menegaskan masyarakat tidak perlu patah arang karena kesempatan memiliki rumah tetap terbuka lebar. Hanya saja, dibutuhkan usaha dan kalkulasi yang lebih besar. Andy mengimbau agar masyarakat tidak terjebak pada gengsi rumah impian.

"Jangan terpaku pada properti impian kita, namun cari yang paling realistis untuk aktivitas sehari-hari dan terjangkau secara finansial oleh kita," kata Andy.

4. Jangan Cuma Ajukan ke Satu Bank

Sebagai langkah antisipasi, Andy merekomendasikan calon pembeli untuk melemparkan aplikasi permohonan KPR ke dua atau tiga bank yang berbeda sekaligus.

"Tujuannya selain menyiapkan cadangan karena tidak selalu pengajuan KPR itu di-approve. Untuk mendapatkan gambaran dan pembanding skema KPR yang paling sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan kemampuan kita," pungkas Andy.

Baca Juga: Protes Skema Lembur Baru, Buruh Indomaret Demo hingga Kemenaker: Tuntutan Akhirnya Dipenuhi


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK