Bisnis Judi Online Kamboja Ditutup Massal, Ribuan WNI Panik Geruduk KBRI Phnom Penh
FAKTANASIONAL.NET, INTERNASIONAL – Gelombang kepanikan melanda ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja. Mereka berbondong-bondong mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh untuk meminta perlindungan dan segera dipulang…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET, INTERNASIONAL – Gelombang kepanikan melanda ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja.
Mereka berbondong-bondong mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh untuk meminta perlindungan dan segera dipulangkan ke Tanah Air.
Kekacauan ini dipicu oleh kebijakan penutupan besar-besaran operasional judi online (judol) dan online scam yang selama ini menjadi sektor pekerjaan utama ribuan pekerja migran, termasuk WNI di negara tersebut.
Executive Director Ritz Academy, Roy Sakti, mengungkapkan bahwa fenomena ini bukanlah kejadian domestik biasa, melainkan dampak dari ketegangan geopolitik yang melibatkan kekuatan besar di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Polri Bongkar Jaringan Judi Online dan Pencucian Uang Besar
“Ini adalah bagian dari negosiasi ketika perang terjadi di Kamboja dan Thailand,” kata Roy kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa (27/1/2026).Roy menjelaskan bahwa penutupan pusat-pusat aktivitas digital ilegal ini merupakan hasil tekanan internasional yang dimotori oleh China dan Amerika Serikat terhadap Pemerintah Kamboja pasca-konflik militer Thailand–Kamboja.
“Ada negosiasi yang diprakarsai oleh China dan Amerika. Mereka mengajukan syarat bahwa Kamboja harus menutup semua bisnis judol dan online scam,” ungkap Roy.Menurut Roy, Pemerintah Kamboja kini berada di bawah tekanan waktu yang sangat ketat. Ia menyebutkan adanya deadline hingga Maret mendatang bagi Kamboja untuk benar-benar menghentikan seluruh aktivitas perjudian dan penipuan daring tersebut.
“Kamboja diberi tenggat waktu hingga 22 Maret untuk menutup seluruh aktivitas tersebut. Kalau ini tidak dipenuhi, maka China dan Amerika akan menyetujui Thailand menyerang Kamboja lagi,” tegas Roy.Ancaman stabilitas keamanan dan hilangnya lapangan pekerjaan secara mendadak membuat para pekerja migran, khususnya WNI, merasa tidak lagi aman.
Kehilangan penghasilan dan bayang-bayang konflik bersenjata memaksa mereka mencari perlindungan ke otoritas Indonesia di Phnom Penh.
Hingga saat ini, ribuan WNI dilaporkan masih berupaya mendapatkan kepastian evakuasi, sementara pihak KBRI terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani arus kepulangan massal tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.