Fakta Nasional

Bungkam Disebut Presiden AS Donald Trump Tentang Isu Iran, Wapres JD Vance: Saya Tidak Tahu ke Mana Situasi Akan Berkembang

FAKTANASIONAL.NET - Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS), JD Vance mengaku belum tahu bagaimana konflik dengan Iran akan berakhir, walaupun dia menilai situasi saat ini bergerak ke arah yang diinginkan pemerintah tersebut. "Saya tidak tahu per…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 16 July 2026 📖 1 menit
Bungkam Disebut Presiden AS Donald Trump Tentang Isu Iran, Wapres JD Vance: Saya Tidak Tahu ke Mana Situasi Akan Berkembang

FAKTANASIONAL.NET - Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS), JD Vance mengaku belum tahu bagaimana konflik dengan Iran akan berakhir, walaupun dia menilai situasi saat ini bergerak ke arah yang diinginkan pemerintah tersebut.

"Saya tidak tahu persis ke mana situasi ini akan berkembang, tetapi saya pikir pada dasarnya kami berada di jalur yang benar. Hanya saja prosesnya akan sangat rumit dan akan diwarnai banyak kemajuan maupun kemunduran," katanya kepada praktisi media Joe Rogan pada Rabu (15/7/2026).

Namun, JD Vance bungkam menjawab pertanyaan tentang bagaimana ia secara pribadi akan menangani situasi dengan Iran. Hal ini sesuai pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut dirinya kurang antusias terhadap isu Iran.

"Tugas saya adalah memberikan saran terbaik kepada Presiden Amerika Serikat. Saya rasa beliau sudah menyampaikan sedikit mengenai seperti apa saran tersebut," ucapnya.

“Amerika Serikat saat ini menggabungkan tekanan ekonomi dengan berbagai insentif sambil melakukan perundingan dengan pihak-pihak yang dinilai lebih pragmatis di dalam kepemimpinan Iran guna mengarahkan situasi ke arah yang lebih menguntungkan.”

Militer AS telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026. Central Commando/CENTCOM (Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan ini merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pasukan Iran membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah.

Pasukan ini mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan campur tangannya di kawasan tersebut pada Ahad lalu, setelah kembali terjadi saling serang antara kedua negara.

Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya akan menjadi ‘penjaga’ Selat Hormuz pada 13 Juli lalu. Ia juga mengatakan AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK