Fakta Nasional

Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah: BNPB Catat Ratusan Rumah Rusak dan Terendam Banjir

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia untuk periode Rabu hingga Kamis, 27-28 Mei 2026. Fenomena peralihan musim kemarau (pancaroba) yang memicu cuaca ekstrem…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 29 May 2026 📖 2 menit
Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah: BNPB Catat Ratusan Rumah Rusak dan Terendam Banjir
BNPB meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca buruk selama masa pancaroba./Dok. BNPB

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia untuk periode Rabu hingga Kamis, 27-28 Mei 2026.

Fenomena peralihan musim kemarau (pancaroba) yang memicu cuaca ekstrem—ditandai dengan intensitas curah hujan fluktuatif, petir, hingga angin kencang—tercatat melanda sebagian wilayah Banten, Jakarta, dan Kalimantan Selatan.

Banten: Angin Kencang dan Banjir di Kota Tangerang

Baca Juga: Kepala BNPB: Penanggulangan Bencana di Indonesia Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang, Provinsi Banten pada Selasa (26/5/2026). Peristiwa ini berdampak langsung pada 40 Kepala Keluarga (KK).

Berdasarkan hasil asesmen tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, kerusakan fisik bangunan meliputi:

  • Rusak Sedang: 2 unit rumah warga.

  • Rusak Ringan: 38 unit rumah warga.

Selain angin kencang, hujan lebat di hari yang sama memicu banjir yang merendam permukiman di Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur. Sebanyak 180 KK terdampak oleh luapan air tersebut. BPBD Kota Tangerang melaporkan bahwa genangan banjir telah surut sepenuhnya pada Rabu (27/5/2026).

Jakarta: Luapan Kali Mampang dan Angin Kencang di Barat Ibu Kota

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah Jakarta pada Selasa (26/5/2026) sore, memicu luapan Kali Mampang di wilayah Jakarta Selatan. Banjir merendam empat kelurahan di empat kecamatan, yaitu Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, dan Pasar Minggu.

Ketinggian genangan air dilaporkan bervariasi antara 30 hingga 110 sentimeter. Hasil kaji cepat personel di lapangan mencatat sebanyak 343 unit rumah terendam, yang berdampak pada 1.007 jiwa. Beruntung, genangan banjir dilaporkan langsung surut pada malam harinya.

Sementara itu di Jakarta Barat, angin kencang melanda Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk. Akibatnya, 9 unit rumah warga mengalami kerusakan dan berdampak pada 16 KK (41 jiwa). Hingga Rabu (27/5/2026), penanganan kerusakan fisik masih terus dilakukan oleh petugas BPBD Provinsi Jakarta.

Kalimantan Selatan: Puluhan Rumah Rusak di Kabupaten Banjar

Bencana akibat cuaca ekstrem juga bergeser ke pulau Kalimantan. Hujan deras berdurasi lama yang disertai angin kencang dilaporkan memporak-porandakan permukiman penduduk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Selasa (26/5/2026).

Dua wilayah yang terdampak parah dalam peristiwa ini adalah Desa Benua Anyar di Kecamatan Astambul dan Desa Pematang Baru di Kecamatan Martapura Timur.

Tercatat sebanyak 31 unit rumah warga mengalami kerusakan, menyebabkan 11 KK (35 jiwa) terpaksa menanggung dampak bencana.

Tim BPBD Kabupaten Banjar masih terus bersiaga melakukan pembersihan puing-puing serta pendataan lanjutan terkait kerusakan di lapangan.

Imbauan Tegas BNPB: Siapkan Tas Siaga Bencana

Menyikapi rangkaian peristiwa ini, BNPB mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama masa peralihan musim.

Fenomena seperti angin puting beliung, hujan ekstrem tiba-tiba, banjir bandang, hingga gelombang tinggi masih berpotensi terjadi.

Selain bencana cuaca, BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bencana geologi seperti gempa bumi yang sifatnya dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi.

Masyarakat sangat disarankan untuk mulai menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) di rumah masing-masing sebagai langkah mitigasi mandiri. Warga juga diminta untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber-sumber resmi, seperti BNPB, BPBD setempat, dan BMKG.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK