Daftar Permasalahan Kompol YN yang Terafiliasi Geng Aseng Kini Diperiksa Irwasum Mabes Polri?
PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET - Kini satu persatu kasus Kompol YN Kasubdit 1 Indagsi Polda Kalbar mulai terungkap, setelah penanganan kasus oli palsu yang merugikan masyarakat dinilai tak kunjung tuntas. Bahkan empat kali upaya kriminalisasi terhadap…
Dengarkan Ringkasan
PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET - Kini satu persatu kasus Kompol YN Kasubdit 1 Indagsi Polda Kalbar mulai terungkap, setelah penanganan kasus oli palsu yang merugikan masyarakat dinilai tak kunjung tuntas. Bahkan empat kali upaya kriminalisasi terhadap CEO faktakalbar diduga juga dilakukan Kompol YN, atas permintaan Aseng cukong bauksit dan emas ilegal di Kalbar.
Akibat faktakalbar konsisten memberitakan Aseng mafia tambang bauksit ilegal dan cukong emas ilegal, dengan gaya jurnalis investigasi, empat kali CEO faktakalbar dilaporkan ke Polda Kalbar. Ini adalah cara kriminalisasi dan serangan berbagai upaya dari geng Aseng bos bauksit dan emas ilegal.
Baca Juga: Sang Elang, Penguasa Tambang Bauksit Kalbar Dibeking BintangAndi Way CEO Media Fakta Group / fakta kalbar menuturkan," saya selama setahun ini kerap mendapatkan intimidasi berbagai macam kelompok, tokoh-tokoh dan aparat yang merupakan bagian sistem mafia Aseng cukong bauksit ilegal dan emas ilegal di Kalbar. Bahkan saya juga pernah diancam aseng melalui preman-premannya akan membunuh saya, bila terus memberitakan Aseng. Tapi fakta kalbar tidak bergeming sedikit pun."
Sejak awal geng Aseng mencoba kriminalisasi menggunakan laporan polisi sebagai "nilai tawar" agar fakta kalbar berhenti memberitakan bauksit ilegal dan emas ilegal Aseng.
[caption id="attachment_54250" align="aligncenter" width="512"]
Ilustrasi - Selain diterpa isu keterlibatan mafia tambang, Kompol YN juga disorot tajam karena kasus oli palsu dengan tersangka EC tak kunjung dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kalbar setelah berjalan hampir satu tahun. Muncul dugaan adanya praktik lobi di balik bebas berkeliarannya tersangka. (Dok.Ist)[/caption]
Namun hal tersebut tak membuat gentar fakta kalbar.id tetap menyajikan berita BERNYALI KRITIS DAN BERINTEGRITAS BERBASIS FAKTA. Sehingga jaringan bauksit ilegal dan emas ilegal geng Aseng digulung Kejaksaan Agung 21 Mei 2026.
" Ironinya, sebelumnya oknum polisi dan tokoh tokoh juga ikut melakukan intimidasi secara psikologis agar saya bersedia berdamai dengan cukong Aseng. Bahkan terakhir sebulan yang lalu, Kapolresta Pontianak Kombes Endang Tri Purwanto, meminta saya berdamai dengan Aseng, setelah sebelumnya Aseng melaporkan saya ke Polresta Pontianak," lirih Andi Way.Selain itu Aseng juga menggunakan tiga buah laporan polisi di Polda Kalbar terhadap Andi Way dengan tujuan menghentikan pemberitaan pemberitaan fakta kalbar soal kegiatan mafia Aseng baukait dan emas ilegal.
Kompol YN yang disinyalir terseret geng Aseng juga diduga mendapat permintaan Aseng melakukan kriminalisasi terhadap fakta kalbar.id. Dimana CEO fakta kalbar menjadi terlapor di Polda Kalbar dengan kasus-kasus yang terkesan mengada ada selama 1tahun ini.
Selain itu kasus oli palsu dengan tersangka berinisial EC, yang telah berjalan hampir satu tahun di bawah kepemimpinan Kompol YN, hingga kini belum juga dilimpahkan ke Kejaksan Tinggi Kalbar. Mirisnya, tersangka disebut masih bebas berkeliaran tanpa kejelasan proses hukumnya.
Sejumlah sumber menyebut adanya dugaan praktik lobi yang dilakukan oleh EC kepada Kompol YN agar kasus tersebut tidak berlanjut.
“Ada upaya-upaya pendekatan. Informasinya memang ada komunikasi intens antara pihak tersangka dengan oknum tersebut,” ungkap narasumber berinisial IJN yang mengetahui dinamika perkara itu.Tak hanya itu, Kompol YN juga disebut kerap terlihat di tempat hiburan malam (THM) berinisial D di kawasan Kota Pontianak. Aktivitas ini menimbulkan pertanyaan publik terkait integritas dan profesionalitasnya sebagai aparat penegak hukum.
“Saya sering lihat yang bersangkutan di sana, cukup sering datang,” kata narasumber lain berinisial ATI.Sorotan terhadap Kompol YN juga mengarah pada rekam jejaknya saat masih menjabat sebagai Kasubdit IV Tipidter. Pada Agustus 2025 lalu, ia menyatakan tidak menemukan adanya penyimpangan dalam aktivitas pertambangan PT EJM maupun PT Aneka Tambang (Antam). Saat itu, YN menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan dokumen serta pengecekan lapangan tidak menunjukkan adanya pelanggaran.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, Kompol YN kemudian dimutasi ke posisi Kasubdit 1 Indagsi Polda Kalbar. Namun, seiring waktu, publik mulai mempertanyakan konsistensi dan integritasnya dalam menangani berbagai perkara strategis di wilayah Kalimantan Barat.
Baca Juga: Jejak Kompol YN Terlibat Mafia Tambang dan Emas Ilegal Aseng di KalbarPada Senin 25 Mei 2026, Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum) Mabes Polri datang langsung ke Polda Kalbar, mulai melakukan pemeriksaan terhadap Kompol YN. Pasalnya kasus-kasus Kompol YN telah viral se Indonesia dan sulit diredam, sehingga harus ada pemeriksaan komprehensif dari Mabes Polri.
Pada berita sebelumnya, Kompol YN, Pamen di Polda Kalbar, diduga terlibat dalam jaringan mafia tambang bauksit dan emas ilegal milik Aseng yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Agung. Bahkan, YN juga diduga kerap merekayasa kasus, mengkriminalisasi pihak-pihak yang menghalangi bisnis bauksit Aseng, hingga menangkap pengepul emas ilegal yang tidak menjual hasilnya kepada pihak Aseng.
Dari rekam jejak digital aktivitas Polda Kalbar yang sulit dibantah, pertambangan bauksit ilegal dan perdagangan emas ilegal yang dilakukan Sudianto alias Aseng selama lebih dari tiga tahun di Kalimantan. Barat diduga bisa berlangsung masif dan relatif aman karena adanya keterlibatan oknum petinggi Polda Kalbar. Selama ini, Aseng disebut dapat menguasai lokasi pertambangan bauksit dan melakukan aktivitas penambangan ilegal di Kabupaten Sanggau karena adanya “backup” dari oknum pejabat tinggi Polda Kalbar.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi telah dikirim kepada Kompol YN pada tanggal 24 Mei 2026, namun tidak mendapatkan tanggapan.
(Tim Media Fakta Group)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.