Fakta Nasional

Dampak Perang Dagang AS-China pada Stok Daging Sapi di Beijing

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan ekonomi antara Amerika Serikat dan China bukan hanya soal angka neraca perdagangan. Sejak Beijing menerapkan tarif balasan hingga 125% atas daging sapi AS, restoran bergaya Amerika seperti Home Plate BBQ di ib…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 22 April 2025 📖 1 menit
Dampak Perang Dagang AS-China pada Stok Daging Sapi di Beijing
Daging sapi/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan ekonomi antara Amerika Serikat dan China bukan hanya soal angka neraca perdagangan.

Sejak Beijing menerapkan tarif balasan hingga 125% atas daging sapi AS, restoran bergaya Amerika seperti Home Plate BBQ di ibu kota China merasakan langsung imbasnya.

Kini, bahan utama yang dulu sepenuhnya mengandalkan brisket AS, harus digantikan oleh pasokan dari Australia.

Setiap bulan, Home Plate BBQ mengolah sekitar 7–8 ton brisket. Namun, ketika freezer mereka kehabisan stok daging AS dalam beberapa minggu, restoran ini terpaksa sepenuhnya beralih pada daging sapi Australia.

“Sulit untuk terus menggunakan daging sapi AS,” ujar Charles de Pellette, Direktur Operasi Home Plate, mengutip Reuters, Senin (21/4/2025).

Daging sapi M5 Australia yang kini jadi andalan disebut-sebut menawarkan kualitas dan cita rasa yang mirip. Harganya pun sekitar 40% lebih murah, sehingga restoran masih bisa menjaga margin keuntungan.

Bahkan stok iga babi pun diubah, kini bergeser ke pasokan Kanada. Meski begitu, de Pellette enggan merinci berapa biaya yang dikeluarkan untuk daging Australia tersebut.

Daging sapi AS sebenarnya sudah menghadapi keterbatasan pasokan akibat cuaca kering yang berlangsung bertahun-tahun, menekan jumlah ternak ke level terendah sejak 1950-an.

Harga brisket AS sempat melonjak hampir 50% antara Mei 2024 dan Maret 2025, sebelum kembali terangkat oleh tarif tinggi.

Sementara itu, ekspor daging sapi AS ke China yang biasanya mencapai US$125 juta per bulan kini menyusut drastis. Kehilangan akses pasar raksasa ini menjadi gambaran betapa perang dagang dapat mengguncang rantai pasok global.

Perubahan menu Home Plate BBQ di Beijing menjadi barometer kecil, namun sangat nyata, betapa kebijakan tarif dapat mendongkrak harga dan mengubah preferensi konsumen.

Dengan ekonomi China yang melambat, konsumen semakin sensitif terhadap harga, memaksa restaurateur mencari alternatif lokal maupun negara ketiga untuk menjaga operasi tetap berjalan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK