Dapat Jaminan AS, Perang di Gaza Dinyatakan Berakhir
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Kepala tim negosiasi Hamas, Khalil al-Hayya, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima jaminan resmi dari Amerika Serikat dan sejumlah mediator internasional bahwa perang di Gaza benar-benar telah berakhir. Dalam pe…
Dengarkan Ringkasan
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Kepala tim negosiasi Hamas, Khalil al-Hayya, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima jaminan resmi dari Amerika Serikat dan sejumlah mediator internasional bahwa perang di Gaza benar-benar telah berakhir.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (10/10/2025), al-Hayya menegaskan bahwa jaminan tersebut menjadi dasar bagi Hamas untuk melangkah ke tahap pertama pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata.
“Kami telah menerima jaminan dari para mediator dan pemerintah AS yang menegaskan bahwa perang telah berakhir sepenuhnya,” kata al-Hayya.
Menurutnya, tahap awal kesepakatan mencakup pertukaran tawanan, penarikan pasukan Israel dari beberapa wilayah Gaza, pembukaan kembali perbatasan Rafah, serta masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Meskipun demikian, masih banyak ketidakjelasan terkait implementasi teknis kesepakatan itu. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa perundingan masih berlangsung untuk menentukan mekanisme pelaksanaan dan tahapan waktu, termasuk langkah-langkah menuju perdamaian jangka panjang di kawasan.
Seorang sumber Hamas mengatakan kepada Al Jazeera bahwa salah satu isu paling kompleks dalam negosiasi adalah daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan pada tahap pertama pertukaran.
Sementara itu, pihak pemerintah Israel masih harus melakukan pemungutan suara kabinet sebelum menyetujui kesepakatan tersebut secara resmi.
“Masih ada perdebatan mengenai siapa saja yang masuk dalam daftar pembebasan awal. Ini menjadi poin paling sensitif di meja perundingan,” ujar sumber tersebut.
Namun, di lapangan, tanda-tanda penghentian perang belum sepenuhnya terlihat. Serangan udara Israel masih dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Gaza. Menurut kantor berita Wafa, sedikitnya 29 warga Palestina tewas dalam serangan pada Kamis malam.
Juru bicara Pemerintah Kota Gaza menyebut bahwa kondisi di lapangan masih jauh dari tenang.
“Realitas di lapangan tidak berubah. Serangan masih terjadi, dan warga masih mencari tempat aman,” ujarnya.
Sejak konflik meletus pada 7 Oktober 2023, Gaza mengalami kerusakan besar dan krisis kemanusiaan parah. Data terbaru menunjukkan lebih dari 67.000 warga Palestina tewas dan 169.000 lainnya terluka, sementara ribuan orang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Di pihak Israel, 1.139 orang tewas dalam serangan Hamas pada awal konflik, dan sekitar 200 orang disandera.
Para analis menilai, jika kesepakatan ini benar-benar dijalankan, maka hal itu akan menjadi titik balik krisis Gaza setelah dua tahun penuh kekerasan dan blokade.
Namun, keberhasilan perjanjian ini masih bergantung pada komitmen politik kedua belah pihak dan pengawasan internasional untuk memastikan implementasi berlangsung sesuai kesepakatan.[zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.